BOGOR, MNP – Wajah menyeramkan dari dunia malam Kota Bogor kembali terkuak! Sebuah peristiwa kekerasan yang bikin darah mendidih terjadi di J&S Cafe & Lounge, berlokasi di Mall Boxies, Jl. Raya Tajur, Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur.
Tempat yang dijual sebagai lokasi hiburan dan relaksasi, diduga ternyata menyimpan bahaya maut di balik kemewahannya!
Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTLP) resmi dari Kepolisian Resor Kota Bogor dengan nomor: STTLP/B/338/V/2026/SPKT/Polresta Bogor Kota/Polda Jawa Barat, yang dilaporkan pada Senin, 18 Mei 2026, tercatat jelas kronologi kejadian mengerikan yang menimpa tiga pemuda korban kebiadaban tersebut yaitu Muhamad Ariel Ibrahim, Geovany Febrylian Purnawan (Korban utama yang dikeroyok 5 orang) dan M. Salwa Alwansyah
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam laporan polisi yang dibuat pukul 01.10 WIB itu, para korban menceritakan kronologi kejadian yang terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026, sekitar pukul 02.00 WIB, saat mereka berada di dalam J&S Cafe & Lounge.
Awalnya, Geovany tidak sengaja menumpahkan minuman ke meja sebelah. Ia pun langsung meminta maaf dengan tulus atas ketidaksengajaan tersebut. Namun, permintaan maaf itu sama sekali tidak digubris, dan tiba-tiba terjadi serangan fisik terhadap ketiga korban di dalam lokasi J&S Cafe & Lounge.
Melihat situasi semakin panas, Geovany sempat lari keluar untuk menghindari kekerasan. Namun karena kericuhan yang terjadi, ia tak sengaja masuk ke dalam gudang di area tempat hiburan itu.
Di dalam gudang pun, Geovany kembali meminta maaf dan berniat menyelesaikan masalah secara baik-baik. Sayangnya, beberapa pelaku memergokinya dan kembali menghajarnya dengan pukulan keras.
Belum cukup sampai di situ, Geovany kemudian dibawa oleh seseorang dengan alasan akan “mengobrol” di luar J&S Cafe & Lounge, tepatnya turun ke lantai dasar Mall Boxies.
Di sana pun ia kembali memohon maaf, namun tak disangka, sekitar 5 orang pelaku menyusul ke bawah dan langsung menyerang secara beramai-ramai. Geovany yang sendirian tak berkutik, harus menerima hantaman sadis hingga tersungkur tak berdaya.

Para pelaku bertindak sangat kejam, memukul kepala dan wajah, serta menendang sekujur tubuh tanpa belas kasih. Akibat perbuatan biadab tersebut, para korban mengalami luka parah, bahkan terdapat luka dalam yang sangat serius di bagian bawah perut dan pinggang, mengancam nyawa mereka.
Yang paling membuat bulu kuduk berdiri, kejadian ini berlangsung di jam-jam ramai dunia malam, namun sama sekali tak ada pengamanan atau langkah pencegahan dari pihak pengelola!
Bagaimana mungkin di tempat usaha resmi seperti J&S Cafe & Lounge, pengunjung bisa dipukuli, dikeroyok, dan mengalami luka dalam parah tanpa ada satu pun petugas keamanan yang turun tangan? Apakah pengelola sengaja menutup mata, atau memang tempat ini sudah menjadi sarang anarki?
Fakta ini menampar keras wajah dunia malam Bogor. J&S Cafe & Lounge bukan lagi sekadar tempat bersenang-senang, kini berstatus sebagai lokasi tindak pidana pengroyokan dan penganiayaan berat, sebagaimana diatur dalam Pasal 262 UU 1/2023, sebuah kejahatan berat yang mengancam keselamatan nyawa manusia.
Pertanyaan besar melayang, dimana keamanan yang dijanjikan tempat ini? Apakah pengelola hanya peduli uang pendapatan, tapi mengabaikan keselamatan nyawa pengunjung? Bagaimana pelaku bisa bertindak sekejam itu di dalam lingkungan usaha, tanpa rasa takut akan sanksi atau keamanan yang seharusnya tersedia?
Apakah J&S Cafe & Lounge memang sudah lama menjadi “kandang macan” yang berbahaya, tempat bersembunyi premanisme yang baru sekarang terungkap kejamnya?
Korban sudah melapor secara resmi ke Polresta Bogor Kota, dan bukti lengkap sudah di tangan penyidik. Namun, publik menuntut lebih dari sekadar laporan! Kami mendesak pihak berwenang:
1. Tindak Tegas: Polresta Bogor Kota harus segera menangkap seluruh pelaku, terutama 5 orang yang mengeroyok Geovany, dan menjerat dengan pasal maksimal penganiayaan berencana.
2. Evaluasi Izin Usaha: Dinas terkait harus segera turun, lakukan audit keamanan ketat, dan siap menutup J&S Cafe & Lounge jika terbukti lalai melindungi pengunjung dan membiarkan kekerasan terjadi.
3. Pertanggungjawaban Pengelola: Pengelola tidak boleh lepas tangan! Wajib menjawab: Mengapa pengamanan gagal total? Mengapa pengeroyokan dibiarkan terjadi hingga korban luka dalam parah?
Jangan biarkan J&S Cafe & Lounge terus beroperasi sembarangan jika nyawa pengunjung tak dianggap! Tempat hiburan yang mengabaikan keselamatan, membiarkan tamunya dihajar hingga organ dalam rusak, sama saja dengan penjara yang menjual hiburan!
Warga Bogor, hati-hati! Masihkah Anda berani melangkahkan kaki ke J&S Cafe & Lounge setelah darah tumpah dan nyawa terancam di sana?
![]()
Penulis : Asep Didi/Tim
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan