Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Buat Resah Kaum Emak-emak di Pemalang

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG, MNP – Melambungnya harga kebutuhan pokok secara bersamaan, membuat pengeluaran rumah tangga tambah membengkak.

Bahkan selembar cuan Rp.100 ribu, belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan makan satu keluarga dalam satu hari.

Diyah (35) seorang ibu rumah tangga warga kecamatan Ampelgading, saat dikonfirmasi mengaku dampak kenaikan Kebutuhan pokok sangat dirasakan dirinya sebagai ibu rumah yang bertugas mengelola keuangan pendapatan suaminya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota keluarganya berjumlah empat orang termasuk dirinya. Ia memiliki dua anak Perempuan dan laki-laki satu diantaranya seorang pelajar. Dia mengeluh dengan mengatakan porsi makan anak laki-lakinya saja cukup banyak

Dirinya juga membeberkan untuk berbelanja beras saja dalam satu hari biasanya menghabiskan 2 liter dengan harga Rp 30.000, jika satu liternya seharga Rp 15 ribu ditambah bumbu dapur dan minyak goreng saja sudah hampir Rp 50.000.

“Duit Rp 100 ribu sehari, paling dapat beras 2 liter, Rp 30 ribu, ayam karena kebetulan dua anaknya sukanya ayam, jadi belinya pun ayam utuh Rp.45 ribu, Jadi ya bisa menghabiskan uang Rp.100 ribu lebih, saya biasa masak sehari dua kali, pagi dan sore,”kata Diyah, Rabu (13/5).

Dirinya menambahan, dengan jumlah anggota keluarga dan porsi makan yang banyak, uang Rp.100 ribu, tidak cukup untuk sehari, apa lagi untuk satu minggu.

Jadi, menurutnya satu minggu bisa menghabiskan uang belanja antara Rp 800 ribu sampai Rp. 1 juta, itupun belum termasuk jika beli makanan di luar atau jajanan anak -anaknya.

“Jika beli makanan matang di luar nasi atau beras, itu kan Rp.40 ribu sampai Rp.60 ribu hanya menang dapat macam-macam lauknya,” terangnya.

Melambungnya harga kebutuhan pokok di tengah – tengah kesulitan mendapatkan penghasilan bagi masyakarat menengah ke bawah, membuat mereka harus pintar mengelola keuangan keluarga.

Salah satunya dengan membuat jajanan dari hasil inovasi masakan sendiri, seperti yang dilakukan Diyah.

“Untuk jajanan disamping mahal jika beli di supermarket,juga saya kuwatir dengan bahannya, akhirnya anak saya yang perempuan sering saya ajak bikin jajanan sendiri dari bahan singkong, ketela atau tempe,” tutupnya.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Dede S.IP Apresiasi Seminar Merajut Nusantara, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi
Selamatkan Petani dari Ancaman El Nino, Pemkab Enrekang Gandeng Jasindo, 1.590 Ha Padi-Jagung Dijamin Anti Gagal
Sohibul Iman Soroti Ancaman Konten Instan di Era Digital: Medsos Harus Mencerdaskan, Bukan Melumpuhkan Daya Kritis
Lumiland Dadaha, Suguhkan 5 Juta Lampu, Potensi Jadi PAD Kota Tasikmalaya
Daya Tarik Festival Lumiland Dadaha Potensi Penyumbang PAD Kota Tasikmalaya
Kepala SMPN 1 Petarukan: Pramuka Bukan Sekadar Ekskul, Tapi Pembentuk Karakter
H. Rana Nur Alamsyah: Fun Bike TOF 2026 Bukan Sekadar Gowes, Momentum Pererat Silaturahmi Warga
Elis Lisnawati: Pelaku Budaya Jangan Hanya Dibutuhkan, Pemerintah Harus Hargai dan Didukung Merata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Dede S.IP Apresiasi Seminar Merajut Nusantara, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Selamatkan Petani dari Ancaman El Nino, Pemkab Enrekang Gandeng Jasindo, 1.590 Ha Padi-Jagung Dijamin Anti Gagal

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Sohibul Iman Soroti Ancaman Konten Instan di Era Digital: Medsos Harus Mencerdaskan, Bukan Melumpuhkan Daya Kritis

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Lumiland Dadaha, Suguhkan 5 Juta Lampu, Potensi Jadi PAD Kota Tasikmalaya

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Daya Tarik Festival Lumiland Dadaha Potensi Penyumbang PAD Kota Tasikmalaya

Berita Terbaru