Lobi Proyek Strategis Nasional, Bupati Pakpak Bharat Ajukan 5 Program Prioritas ke Bappenas RI

Selasa, 28 April 2026 - 15:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, MNP – Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, melaksanakan audensi strategis ke Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas RI di Jakarta.

Kunjungan ini bertujuan untuk menyampaikan usulan lima program prioritas daerah agar dapat diakomodir menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Franc diterima langsung oleh Sekretaris Menteri PPN, Dwija Pratama, SP, didampingi Staf Khusus Menteri PPN/Kepala Bappenas, Sukmo.

Adapun lima poin besar yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat meliputi:

Konektivitas Nasional: Perbaikan Jalan Nasional Lintas Sumatera yang menghubungkan batas Kabupaten Dairi – Pakpak Bharat – Kota Subulussalam (Aceh).

Akses Antarprovinsi: Perbaikan Jalan Salak – Pagindar yang berbatasan langsung dengan Aceh Singkil.

Infrastruktur Dasar: Peningkatan Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Sapo Pulo dan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA).

Ruang Publik: Penataan dan revitalisasi Taman Lapangan Napasengkut (Napasengkut Square).

Pariwisata Strategis: Pengembangan Objek Wisata Delleng Simpon (1.800 mdpl) sebagai motor penggerak kawasan “KARDAPAK” (Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat) yang masuk dalam pusat pertumbuhan ekonomi regional RPJMD Sumut 2025-2029.

Selain kelima poin tersebut, Bupati Franc juga mengajukan permohonan pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan di RSUD Salak guna meningkatkan mutu layanan kesehatan di wilayah ujung Sumatera Utara.

“Usulan ini kami sampaikan demi mewujudkan target RPJM Nasional 2025-2029, khususnya terkait percepatan pembangunan kawasan perbatasan, peningkatan konektivitas, serta penguatan ketahanan bencana,” ujar Franc Bernhard Tumanggor.

Ia menambahkan, langkah ini sangat krusial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, terutama di kawasan barat daya Provinsi Sumatera Utara yang menjadi pintu gerbang menuju Provinsi Aceh.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Menteri PPN, Dwija Pratama, memberikan apresiasi atas proaktifnya Pemkab Pakpak Bharat. Ia berjanji akan memasukkan usulan-usulan tersebut ke dalam prioritas perencanaan ke depan.

“Terima kasih Pak Bupati atas kehadirannya. Bersama-sama akan kita upayakan solusi terbaik dari usulan yang telah disampaikan,” pungkas Dwija Pratama.

Loading

Penulis : Benny Solin

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Waspadai Celah Spekulatif Penyimpangan Realisasi Proyek Relokasi Kabel FO oleh Oknum Pelaksana di Wilayah Kota Bogor?
Kesaksian Mantan Bupati hingga Kadis PUPR Buka Tabir Lemahnya Legalitas Proyek Liang Saragi II
Perkuat Sinergitas Legislatif dan TNI, Kodim 0612/Tasikmalaya Sambut Kunker Komisi I DPR RI
Nasi Grombyang Khas Pemalang: Kuliner Ikonik Sejak Era 1960-an, Mahakarya Berjuluk ‘Pusere Jawa’
Mengenal Kakek Yuyun: Pengamen ‘Borju’ dari Pemalang, Sang Maestro Lagu Lawas
Dony Oekon Bekali Masyarakat Cara Urus Rekomendasi BBM Subsidi Non-Barcode di Tasikmalaya
Diduga Pungli! Poswaspal Enrekang Tarik Retribusi di Jalan Nasional, LMR-RI: Perbup Tak Punya Kewenangan
Hadiri Pisah Sambut Dandenpom III/2 Garut, Bupati Harapkan Sinergi dan Kolaborasi Terus Terjalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 18:05 WIB

Waspadai Celah Spekulatif Penyimpangan Realisasi Proyek Relokasi Kabel FO oleh Oknum Pelaksana di Wilayah Kota Bogor?

Selasa, 28 April 2026 - 17:44 WIB

Kesaksian Mantan Bupati hingga Kadis PUPR Buka Tabir Lemahnya Legalitas Proyek Liang Saragi II

Selasa, 28 April 2026 - 15:41 WIB

Lobi Proyek Strategis Nasional, Bupati Pakpak Bharat Ajukan 5 Program Prioritas ke Bappenas RI

Selasa, 28 April 2026 - 14:27 WIB

Perkuat Sinergitas Legislatif dan TNI, Kodim 0612/Tasikmalaya Sambut Kunker Komisi I DPR RI

Selasa, 28 April 2026 - 14:02 WIB

Nasi Grombyang Khas Pemalang: Kuliner Ikonik Sejak Era 1960-an, Mahakarya Berjuluk ‘Pusere Jawa’

Berita Terbaru