TASIKMALAYA, MNP – Setelah dua kali upaya audiensi di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya berakhir buntu (deadlock), pengurus Karang Taruna Kota Tasikmalaya mengambil langkah diplomasi proaktif.
Organisasi kepemudaan ini mendatangi Mapolres Tasikmalaya Kota untuk menemui Kapolresta guna mencari kejelasan atas proses hukum yang menimpa anggotanya, Senin (02/03/2026).
Ketua Karang Taruna Kota Tasikmalaya, Hery Solehudin, S.Pd.I, menegaskan bahwa langkah mendatangi Mapolres dilakukan karena ruang dialog di legislatif tidak kunjung memberikan titik terang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menilai, ketika ruang dialog (di DPRD) belum menghasilkan kejelasan, maka langkah berikutnya adalah mendatangi langsung pemegang kewenangan tertinggi di institusi penegak hukum setempat,” tegas Hery kepada awak media MNP.
Ikhtiar tersebut membuahkan hasil. Kapolres Tasikmalaya Kota bersedia menerima langsung perwakilan Karang Taruna dalam pertemuan formal di Mapolres Tasikmalaya Kota pada Senin sore.
Dalam pertemuan yang berlangsung terbuka tersebut, Karang Taruna menyampaikan secara lugas pokok persoalan yang menjadi perhatian publik, terutama terkait kronologi dan dasar hukum yang dipersoalkan dalam kasus “anak bela ayah” tersebut.
Hery menekankan bahwa kehadiran mereka bukan untuk mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan, melainkan sebagai bentuk pengawalan terhadap prinsip keadilan dan objektivitas.
“Kami menekankan pentingnya transparansi agar tidak menimbulkan kegaduhan dan spekulasi di tengah masyarakat. Kepercayaan publik terhadap institusi hukum hanya bisa dijaga dengan keberanian untuk bersikap adil,” tambahnya.
Kapolres Tasikmalaya Kota merespons positif kedatangan Karang Taruna dengan memberikan penjelasan mengenai progres perkara.
Sebagai tindak lanjut, Kapolresta berjanji akan memfasilitasi pertemuan teknis antara pihak Karang Taruna dengan para penyidik Polres dan Polsek Cihideung.
Bagi Karang Taruna, pertemuan ini dinilai sebagai langkah strategis dan tanggung jawab moral organisasi dalam mengawal rasa keadilan. Mereka berharap komunikasi ini menjadi awal dari penyelesaian yang objektif dan transparan.
“Kami berharap ini menjadi awal dari penyelesaian yang berpihak pada kebenaran,” pungkas Hery.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan