Parah! Pencemaran Sungai Karau Diduga Libatkan Sejumlah Perusahaan Tambang

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARITO TIMUR, MNP – Dugaan pencemaran Sungai Karau kian melebar. Jika sebelumnya sorotan publik tertuju pada aktivitas tambang PT Bartim Coalindo, kini muncul fakta baru bahwa pencemaran diduga tidak hanya berasal dari satu perusahaan saja.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua I DPRD Barito Timur, Mardianto, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di kantor DPRD Bartim, kemaren. Dalam forum tersebut, ia menyebut adanya indikasi keterlibatan beberapa perusahaan tambang lain di wilayah hulu sungai Karau.

“Dari hasil pembahasan dan laporan yang masuk, pencemaran Sungai Karau tidak hanya dari satu perusahaan. Ada PT MUTU, PT Tiara Bersama dan beberapa perusahaan lainnya yang juga beraktivitas di sekitar aliran sungai,” tegas Mardianto di hadapan peserta RDP.

Sungai Karau yang selama ini menjadi sumber air bagi warga di Kecamatan Dusun Tengah dan sekitarnya dilaporkan mengalami kekeruhan cukup parah. Warga mengeluhkan perubahan warna air yang semakin keruh terutama saat musim hujan dan setelah aktivitas tambang berlangsung.

DPRD pun meminta instansi teknis, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, segera melakukan uji laboratorium kualitas air serta inspeksi lapangan menyeluruh terhadap seluruh perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut.

Mardianto menegaskan, jika terbukti terjadi pelanggaran, maka perusahaan wajib bertanggung jawab sesuai ketentuan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban. Sungai adalah sumber kehidupan. Kalau rusak, dampaknya luas,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan yang disebutkan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

DPRD memastikan akan mengawal persoalan ini dengan membentuk tim terpadu yang melibatkan semua pihak terkait hingga ada kejelasan dan solusi konkret demi menjaga kelestarian Sungai Karau serta hak masyarakat atas lingkungan yang bersih dan sehat.

Loading

Penulis : Yulius Yartono

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Soal Polemik Acara Safari Jurnalis Desa Kemang, Ini Klarifikasi Ketua PWI Kabupaten Bogor
Di Balik Angka, Ada Hak Warga yang Terpenuhi: Dukcapil Jeneponto Terus Tingkatkan Layanan Adminduk
Gubernur Jabar Ingkar Janji? Tokoh Masyarakat Desak Realisasi Akses Jalan SMAN 11 Tasikmalaya 
Cemari Saluran Air, Satpol PP Pemalang Ancam Tutup Rumah Makan di Jalan Jenderal Sudirman 
Bolos ke Pantai Widuri, Belasan Pelajar Apes Diciduk Satpol PP Pemalang
Guru Penjaskes di Pemalang Ungkap Pentingnya Jalan Kaki bagi Kebugaran Siswa
Gunakan Skema PKTD, Pemdes Tampa Mulai Pembangunan Gang Manguleng
Tiga Pilar Keamanan Tasikmalaya Satukan Langkah di Makodim 0612/Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:09 WIB

Soal Polemik Acara Safari Jurnalis Desa Kemang, Ini Klarifikasi Ketua PWI Kabupaten Bogor

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:27 WIB

Di Balik Angka, Ada Hak Warga yang Terpenuhi: Dukcapil Jeneponto Terus Tingkatkan Layanan Adminduk

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:52 WIB

Gubernur Jabar Ingkar Janji? Tokoh Masyarakat Desak Realisasi Akses Jalan SMAN 11 Tasikmalaya 

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:00 WIB

Cemari Saluran Air, Satpol PP Pemalang Ancam Tutup Rumah Makan di Jalan Jenderal Sudirman 

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:43 WIB

Bolos ke Pantai Widuri, Belasan Pelajar Apes Diciduk Satpol PP Pemalang

Berita Terbaru

Berita terbaru

Bolos ke Pantai Widuri, Belasan Pelajar Apes Diciduk Satpol PP Pemalang

Selasa, 14 Jul 2026 - 16:43 WIB