371 PPPK Paruh Waktu Siap Ditempatkan, Kadisdik Bartim Tekankan Pemerataan Tenaga Pendidikan

Senin, 2 Februari 2026 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARITO TIMUR, MNP – Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Pendidikan memastikan sebanyak 371 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu siap untuk ditempatkan pada satuan pendidikan yang membutuhkan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur, Bunyamin, menyampaikan bahwa penempatan ratusan PPPK paruh waktu tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjawab kekurangan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, khususnya di wilayah pelosok dan sekolah yang masih minim sumber daya manusia.

“Sebanyak 371 PPPK paruh waktu ini sudah siap ditempatkan. Penempatan akan disesuaikan dengan kebutuhan riil sekolah, agar pemerataan layanan pendidikan bisa terwujud,” ujar Bunyamin, Senin (2/2). di Tamiang Layang.

Menurutnya, kebijakan ini bukan sekadar pemenuhan administrasi kepegawaian, tetapi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Barito Timur. Dengan adanya tambahan tenaga, diharapkan proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal.

Bunyamin menegaskan, Dinas Pendidikan akan melakukan pemetaan secara cermat agar penempatan PPPK paruh waktu tepat sasaran dan berdampak langsung bagi peningkatan mutu pendidikan. Ia juga meminta para PPPK yang ditempatkan nantinya dapat bekerja secara profesional dan bertanggung jawab.

“Ini adalah kesempatan sekaligus amanah. Kami berharap para PPPK paruh waktu dapat menjalankan tugas dengan baik dan mendukung program pembangunan pendidikan daerah,” tegasnya.

Pemkab Barito Timur, lanjut Bunyamin, terus berkomitmen menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas pembangunan sumber daya manusia, sejalan dengan visi daerah dalam menciptakan generasi yang berkualitas dan berdaya saing.

Untuk di ketahuilah, PPPK paruh waktu dibagi dua , yakni tenaga pendidik dan tenaga teknis,” tutupnya.

Loading

Penulis : Yulius Yartono

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Diduga Selingkuh dan Coba Suap Wartawan, Kepala SPPG Dramaga Babakan Berdalih ‘Friendly’
Berkedok Kedai Jamu, Bisnis Miras Bebas Beroperasi Diduga Akibat Main Mata dengan Oknum Forkopimcam
Kisah Amin Tukang Gali Kubur: Dapat Bantuan Material Bedah Rumah dari Swadaya Desa Ciadeg
BPR Malangbong Garut Optimistis Capai Target Lewat Semangat Kebersamaan
Bupati Cecep Dorong Digitalisasi PAD, SKPD Diminta Bongkar Potensi Retribusi
Gelar Aksi TasikUsik, KH Aminudin Bustomi Suarakan 5 Tuntutan Terkait Insiden Ponpes Sukoharjo
Aksi Bela Ponpes Hamalatul Qur’an Putri, Jangan Biarkan Marwah Pesantren Diinjak Atas Nama Penegakan Hukum 
Luruskan Isu Akses Jalan, Ini Klarifikasi Komite SMAN 11 Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 21:43 WIB

Diduga Selingkuh dan Coba Suap Wartawan, Kepala SPPG Dramaga Babakan Berdalih ‘Friendly’

Jumat, 6 November 2026 - 17:48 WIB

Berkedok Kedai Jamu, Bisnis Miras Bebas Beroperasi Diduga Akibat Main Mata dengan Oknum Forkopimcam

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kisah Amin Tukang Gali Kubur: Dapat Bantuan Material Bedah Rumah dari Swadaya Desa Ciadeg

Jumat, 6 November 2026 - 16:26 WIB

BPR Malangbong Garut Optimistis Capai Target Lewat Semangat Kebersamaan

Jumat, 6 November 2026 - 16:20 WIB

Bupati Cecep Dorong Digitalisasi PAD, SKPD Diminta Bongkar Potensi Retribusi

Berita Terbaru