DPRD Kota Tasikmalaya Kawal Aspirasi Warga Panglayungan di Tengah Efisiensi Anggaran

Senin, 19 Januari 2026 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKB, Asep Endang M. Syam, memberikan catatan penting mengenai arah pembangunan daerah pasca menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Senin (19/01/2026).

Kegiatan tahunan ini turut dihadiri oleh jajaran anggota legislatif lintas fraksi seperti Andi Warsandi (Gerindra), Eti Guspitawati (PDI-P), Ishak Parid (PKS), H. Ate Tachjan (Golkar), serta Camat Cipedes, Cecep Ridwan.

Dalam keterangannya, Asep Syam menegaskan bahwa Musrenbang merupakan simbol nyata keberhasilan reformasi dalam perencanaan pembangunan yang semula bersifat top-down (dari pusat ke daerah) kini menjadi bottom-up (dari masyarakat ke pemerintah).

“Musrenbang adalah perwujudan semangat reformasi. Prosesnya berjenjang dan metodologis, mulai dari tingkat kelurahan hingga provinsi. Ini adalah kesempatan bagi masyarakat Panglayungan untuk mengajukan program prioritas karena warga sendirilah yang paling paham kondisi wilayahnya,” ujar Asep Syam.

Menanggapi tantangan anggaran tahun 2027, Asep mengingatkan pentingnya kreativitas dalam mengelola potensi daerah. Ia menekankan bahwa meski kewenangan fiskal pemerintah daerah dibatasi oleh undang-undang, instrumen moneter melalui sektor swasta dan UMKM harus dimaksimalkan.

“Program harus tepat sasaran dengan semangat efisiensi agar menghasilkan output pada pendapatan anggaran daerah. Kita harus bisa menggunakan instrumen dari potensi daerah seperti kelompok UMKM dan sektor swasta untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Di sisi lain, Asep Syam menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait banyaknya usulan program yang belum bisa terealisasi secara maksimal. Hal ini disebabkan adanya kebijakan efisiensi besar-besaran akibat pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah.

“Hampir semua lini mengalami pengurangan hingga 50 persen akibat pemangkasan dana transfer dari pusat. Oleh karena itu, tidak semua program bisa terakomodir. Kami mohon maaf atas kondisi ini, namun kami tetap berupaya agar skala prioritas tetap terjaga demi kepentingan publik,” pungkasnya.

Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama antara jajaran legislatif dan eksekutif Kecamatan Cipedes untuk terus mengawal aspirasi masyarakat Panglayungan agar tetap selaras dengan tema pembangunan kota di masa mendatang.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H
Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026
PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup
MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan
Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?
Desak Penegakan Hukum, Tokoh Pendiri Barito Timur Tuntut Investigasi Tuntas Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum
Arga Hot Spring Hadirkan Wahana Fantastis, Diburu Wisatawan Lokal dan Luar Daerah
Sikap Tertutup Camat Baru Ciampea Terhadap Kiprah Jurnalis, Picu Spekulasi Miring Insan Pers 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:09 WIB

Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:36 WIB

Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:34 WIB

PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:58 WIB

MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:45 WIB

Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?

Berita Terbaru

Sampai Kapan Rakyat Menjadi Kelinci Percobaan Kebijakan?

Berita terbaru

MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan

Jumat, 19 Jun 2026 - 15:58 WIB