TASIKMALAYA, MNP – Pelantikan dan Pengukuhan Ikatan Keluarga Alumni (IKA NEPATAS) SMP Negeri 4 Tasikmalaya periode 2025–2028 berlangsung sukses dan penuh khidmat di Aula Bappelitbangda area Bale Kota Tasikmalaya.
Nampak hadir oleh perwakilan alumni lintas angkatan yang kini telah berkiprah di berbagai bidang, mulai dari aparatur pemerintahan dan APH, tenaga medis, pejabat, pengusaha, hingga profesi lainnya, Sabtu (15/01/2026).
Agenda pelantikan sekaligus rapat kerja ini menjadi tonggak awal kepengurusan baru sebelum Yayasan IKA NEPATAS melangkah lebih jauh dalam kiprah sosial yang lebih luas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepengurusan periode 2025–2028 menegaskan komitmen untuk membangun organisasi alumni yang solid, terstruktur, dan berdaya guna.
Soni Sutisna, alumni angkatan 1990 yang menjabat sebagai Bidang Usaha, menyampaikan harapannya agar kepengurusan yang baru dilantik mampu menjaga solidaritas, memperkuat kerja sama, serta bersama-sama memajukan IKA NEPATAS ke arah yang lebih baik.
Lebih lanjut, Soni memaparkan sejumlah program kerja yang akan menjadi fokus IKA NEPATAS kedepan, diantaranya penguatan dan pengembangan UMKM milik alumni, pemberdayaan alumni yang belum memiliki pekerjaan tetap.
Selain itu, program sosial bagi alumni kurang mampu, dukungan di bidang kesehatan, serta pemberian beasiswa dan edukasi bagi adik-adik yang masih menempuh pendidikan.

Ketua IKA NEPATAS, Beng Haryono, menegaskan pentingnya penguatan struktur organisasi dan koordinasi antar alumni sebagai pondasi utama.
Menurutnya, kekompakan dan soliditas pengurus menjadi kunci agar seluruh program kerja dapat berjalan terarah dan tidak tumpang tindih.
“Sebagai jajaran kepengurusan, kita harus kompak, solid, dan saling bekerja sama agar IKA NEPATAS benar-benar bisa bermanfaat, tidak hanya bagi alumni, tetapi juga bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Sementara itu, Darma, salah satu alumni IKA NEPATAS, menambahkan bahwa yayasan ini harus dikelola secara profesional dan terorganisir dengan baik.
Ia menilai keberagaman angkatan yang tergabung, dari alumni senior hingga junior, merupakan tantangan sekaligus potensi besar yang harus dikelola melalui komunikasi dan koordinasi yang intens.
“Pendataan alumni dari tahun ke tahun harus lengkap, dan perlu peran aktif perwakilan tiap angkatan agar tali silaturahmi tetap terjaga dan tidak terjadi miskomunikasi,” ungkapnya.
Dalam penutup sambutannya, Beng Haryono menekankan bahwa IKA NEPATAS bukan sekadar wadah bernostalgia, tetapi bentuk kepedulian alumni dalam menjaga keharmonisan dan mempererat tali persaudaraan.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada para guru SMPN 4 Tasikmalaya.
“Terima kasih kepada para guru, pahlawan tanpa tanda jasa, yang telah mendidik dan membimbing kami hingga bisa menjadi seperti sekarang. Tanpa jasa guru-guru kami, kami bukanlah apa-apa,” kata Beng Haryono.
“Terima kasih juga kepada para pendiri dan pengurus sebelumnya yang telah menggagas IKA NEPATAS ini. Semoga IKA NEPATAS bisa menjadi barometer bagi sekolah lain bahwa tali silaturahmi alumni dapat terus terjaga demi kebaikan bersama,” pungkasnya.
![]()
Penulis : DK
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan