Buntut Kelalaian Komunikasi, Proyek Dapur MBG di Bantarsari Ditutup Sementara

Senin, 22 Desember 2025 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Aktivitas pembangunan Dapur MBG yang berlokasi di sebelah barat Kantor Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungur Sari, Kota Tasikmalaya, resmi ditutup sementara.

Penutupan tersebut dilakukan pada Senin, 22 Desember 2025, oleh tokoh masyarakat setempat, Agus Afgan, bersama sejumlah elemen warga, sebagai respons atas dugaan pelanggaran prosedur serta minimnya etika lingkungan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Langkah penutupan ini dilakukan meskipun progres fisik pembangunan telah mencapai sekitar 90 persen dan berada pada tahap akhir penyelesaian.

Namun, tingginya capaian pembangunan tidak serta-merta meredam keresahan warga. Sejak awal, masyarakat sekitar menilai proyek tersebut berjalan tanpa komunikasi yang memadai, mengabaikan norma sosial, serta kurang menghargai tata nilai lingkungan permukiman.

Agus Afgan menegaskan bahwa penutupan sementara ini merupakan bentuk keprihatinan sekaligus peringatan.

Menurutnya, sebuah kegiatan pembangunan, terlebih yang berada di tengah kawasan permukiman warga, seharusnya dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip keterbukaan, musyawarah, serta kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku.

“Penutupan ini kami lakukan karena secara prosedur dan etika, pihak pemborong maupun pelaksana proyek terkesan mengabaikan lingkungan sekitar. Tidak ada komunikasi yang baik dengan warga, sehingga menimbulkan kegelisahan dan pertanyaan di tengah masyarakat,” ujar Agus saat memberikan keterangan di Aula Kelurahan Bantarsari.

Ia menambahkan, selain aspek perizinan administratif, pembangunan juga harus memperhatikan estetika lingkungan dan dampak sosial yang ditimbulkan.

Agus Afgan menegaskan, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang tidak hanya mengejar hasil fisik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan saling menghormati.

Agus Afgan juga menyampaikan bahwa langkah penutupan tersebut telah diketahui dan disaksikan langsung oleh pihak kelurahan.

Ia menyinggung tidak diterimanya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sebagai salah satu dasar pertimbangan penghentian sementara kegiatan pembangunan.

“Kami berharap ada itikad baik dari pihak pelaksana untuk duduk bersama, memperbaiki prosedur, dan menghormati lingkungan masyarakat,” tambahnya.

Sejumlah warga yang hadir di lokasi menyatakan dukungan atas sikap tegas tokoh masyarakat tersebut. Mereka menilai penutupan sementara ini sebagai bentuk kontrol sosial agar ke depan setiap kegiatan pembangunan berjalan lebih tertib, beretika, dan mengedepankan kenyamanan warga sekitar.

Di sisi lain, Agus Rudiana selaku pelaksana proyek menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bantarsari. Ia mengakui adanya kelalaian dalam komunikasi akibat kesibukannya menangani pembangunan di beberapa wilayah.

“Saya mewakili perusahaan menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya. Secepatnya akan kami selesaikan persoalan ini agar tidak menimbulkan persepsi negatif dan fitnah di tengah masyarakat,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan lanjutan dari pihak pengelola maupun kontraktor terkait penyelesaian penutupan sementara tersebut.

Masyarakat kini menanti langkah konkret dan kejelasan sikap dari pihak terkait, demi terwujudnya pembangunan yang tertib, beretika, serta berkeadilan bagi seluruh pihak.

Loading

Penulis : Arrie Haryadi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bupati Pakpak Bharat Serahkan Sapi Qurban Presiden di Masjid Al Falah Sukaramai 
Bom Kompetensi di Makassar: 3 Wartawan Enrekang Tembus UKW, 1 Naik ke Jenjang Utama!
Outing Class ke Kodim 0612/Tasikmalaya, Anak-Anak PAUD Roushotul HarissyahBelajar Cinta Tanah Air
Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta di Desa Pangkan Kian Memanas, Warga Tantang Kadis PUPR Tunjukkan Lokasi Proyek 2025
Tak Tinggal Diam, Ini 3 Langkah Strategis Kuasa Hukum Usai Praperadilan di PN Tasikmalaya Ditolak
Bhabinkamtibmas Turun ke Kebun Cabe, Warga Desa Teluk Sungkai Diajak Perkuat Ketahanan Pangan
Warga Kritik Keras Mutasi Bidan Jadi Kasi Kelurahan: ‘Bupati Boroskan Tenaga Medis Saat Rasio Nakes Minim’
Klaim Asuransi Jiwa Debitur Macet, POSPERA Tasikmalaya Tuntut BRI Kembalikan Sertifikat Ahli Waris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:41 WIB

Bupati Pakpak Bharat Serahkan Sapi Qurban Presiden di Masjid Al Falah Sukaramai 

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:50 WIB

Bom Kompetensi di Makassar: 3 Wartawan Enrekang Tembus UKW, 1 Naik ke Jenjang Utama!

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:43 WIB

Outing Class ke Kodim 0612/Tasikmalaya, Anak-Anak PAUD Roushotul HarissyahBelajar Cinta Tanah Air

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:32 WIB

Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta di Desa Pangkan Kian Memanas, Warga Tantang Kadis PUPR Tunjukkan Lokasi Proyek 2025

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:39 WIB

Tak Tinggal Diam, Ini 3 Langkah Strategis Kuasa Hukum Usai Praperadilan di PN Tasikmalaya Ditolak

Berita Terbaru