Pakpak Bharat, MNP – Masyarakat Pakpak se-Dunia menyambut antusias kehadiran dua Batalyon TNI di Kabupaten Pakpak Bharat, yakni Batalyon 906 di Desa Kuta Jugak dan Batalyon 908 di Desa Binanga Boang.
Kehadiran dua Batalyon ini diharapkan tidak hanya menjamin keamanan, tetapi juga meningkatkan perekonomian daerah.
Untuk menguatkan identitas lokal kedua markas militer tersebut, sebuah Runggu (Rapat) digelar guna mengusulkan penamaan kedua Batalyon menggunakan kearifan lokal Suku Pakpak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapat penting ini dipimpin bersama oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pakpak Bharat, Jalan Berutu, S.Pd., MM, dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pakpak Bharat, Mansehat Manik, S.E., M.Pd., di Gedung Nusantara Sindeka.
Dalam pembukaan acara, Sekda Jalan Berutu menyampaikan terima kasih atas masukan dari seluruh elemen masyarakat.
“Terima kasih kepada semua undangan, karena pada hari ini kita mengusulkan kepada pemerintah agar nama penyebutan Batalyon 906 dan Batalyon 908 di Pakpak Bharat memakai nama kearifan lokal Pakpak,” ucap Jalan Berutu, seraya meminta masukan yang akan dirumuskan dan diajukan kepada Presiden RI melalui jalur komando TNI.
Wakil Ketua DPRD sekaligus budayawan, Mansehat Manik, menekankan pentingnya simbol yang melekat pada nama.
“Kita boleh memberikan nama kearifan lokal Pakpak, tapi harus ada bendanya. Supaya ada sebutan dan ada juga simbolnya, seperti: golok, Corik, kujur Sinane, dan yang lainnya,” ujarnya.
Rapat tersebut mencapai kesepakatan bersama mengenai usulan penamaan kedua Batalyon:
Batalyon 906 (yang saat ini bernama Batalyon Gajah Dompak) diusulkan diubah menjadi Batalyon Pakalima.
Batalyon 908 (yang saat ini bernama Batalyon Sanalenggam) diusulkan diubah menjadi Batalyon Pertaki.
Menanggapi usulan yang disepakati, Dandim Dairi 0206 Letkol CZi Nanang Sujarwanto menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
“Kami dari Dandim Dairi 0206 akan mengusulkan ke atasan kami, seperti Pangdam, Mabes TNI, kemudian ke Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,” kata Letkol Nanang seusai rapat.
Dandim menambahkan bahwa meskipun banyak tahapan administrasi yang harus dilalui, Negara pasti menghargai adat dan budaya kearifan lokal. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada semua tokoh yang hadir atas masukan berharga tersebut.
Rapat yang berjalan lancar dari pukul 10.47 WIB hingga 12.46 WIB ini dihadiri pula oleh perwakilan Sulang Silama dari tiap marga Suku Pakpak, tokoh adat, tokoh agama, Ormas Pakpak, Kadis Pariwisata Jaringan Bancin, Kadis Kesbangpol Uei rana Banurea, dan undangan lainnya.
Seluruh masyarakat Pakpak se-Dunia kini berharap penuh kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, agar usulan penamaan Batalyon dengan kearifan lokal Pakpak ini dapat disetujui. Njuah-njuah!
![]()
Penulis : Benny Solin
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan