Barito Timur, MNP – Kondisi Jalan Nasional antara Ampah – Tamiang Layang kembali menuai sorotan warga.
Rito, warga Ampah Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur kepada media ini menceritakan, beberapa hari yang lalu, dirinya mengalami kecelakaan ringan sehingga bagian muka mobilnya ringsek.
Kejadian bermula saat Rito mengemudikan mobilnya dari Ampah menuju arah Tamiang Layang. Saat itu mobil yang dikendarainya terpaksa menabrak bemper mobil box yang ada didepannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal tersebut disebabkan pengemudi mobil box didepannya berhenti mendadak karena pohon yang tiba-tiba roboh dihadapan mereka.
Kejadian tak terduga tersebut sontak membuat dirinya kaget. Dikatakan untuk membanting setir keluar jalur aspal tidak memungkinkan dikarenakan bahu jalan yang tinggi dan beresiko terbalik.
“Karenanya dengan terpaksa mobilnya menabrak bemper mobil didepannya. Peristiwa ini terjadi di wilayah desa Kupang Baru,” kata Rito, Rabu, 10 Desember 2025.
Rito menceritakan, walaupun bagian depan mobilnya ringsek tapi dirinya memahami kondisi saat itu.
“Mobil bagian depan mobil saya ringsek tapi tidak jadi masalah, saya memahami seandainya saya pada posisi didepan, tentu akan nge-rem mendadak juga. Jadi tidak ada unsur kesengajaan,” kata Rito
Lebih lanjut, dikatakan, dalam hal ini, yang ingin saya sampaikan. Kejadian tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi bila jalan Nasional ini diperlebar supaya ada ruang untuk menghindari benturan atau tabrakan.
Dari apa yang Rito lihat, kondisi bahu jalan yang tinggi, berlobang disertai genangan air, itu ada pada wilayah Kecamatan Paku, tepatnya di wilayah Desa Kupang Baru.
Sementara pada wilayah Kecamatan Karusen Janang, titiknya ada di wilayah Desa Simpang Naneng dan Desa Kandris.
“Adapun Sementara untuk wilayah Kecamatan Dusun Timur, ada di wilayah Desa Jaweten dan Desa Sumur,” bebernya.
Ironisnya, perbaikan justru lebih banyak pada titik yang sebenarnya tidak terlalu parah. Ini membuat Rito heran.
Apakah pihak yang memiliki domain atas jalan Nasional, dalam hal ini Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Kalimantan Tengah tidak melakukan survei bagian mana yang perlu penanganan segera atau tidak?
“Saya berharap. Pihak BPJN melaksanakan survei lapangan untuk mengetahui serta memastikan titik yang rentan menjadi penyebab lakalantas supaya diperbaiki terlebih dahulu,” tutup Rito.
![]()
Penulis : Adi Suseno
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan