Barito Timur, MNP – Tiga desa yang berada di dua kecamatan berbeda di wilayah Barito Timur (Bartim) mendapatkan proyek normalisasi pembuangan air.
Proyek ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah banjir yang sering melanda area persawahan warga.
Sudarman Azis, kontraktor dari CV. Bunda yang berpusat di Kuala Pembuang, menyampaikan bahwa proyek ini bertujuan untuk mencegah banjir yang kerap kali merusak lahan persawahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama ini masyarakat kerap mengeluh karena lahan pertanian mereka sering terdampak banjir. Selain itu, hasil pertanian tidak maksimal karena kondisi daerah tersebut rawa-rawa dengan tingkat keasaman air cukup tinggi.
Oleh karenanya, fungsi normalisasi saluran pembuang nantinya tidak hanya sebatas terkait penanggulangan banjir, akan tetapi bertujuan agar air rawa tidak lagi menggenangi areal persawahan.
“Harapan kita, proyek ini akan berdampak positif bagi petani. Sawah tidak terdampak banjir, air rawa bisa dibuang. Sehingga hasil panen petani kedepan lebih maksimal lagi,” kata Azis.
Saat ini pekerjaan dengan nilai 2,5 Miliar ini terus dimaksimalkan supaya pelaksanaannya tepat waktu. Sementara untuk persentase pekerjaan sudah mencapai tujuh puluh persen,” jelas Azis, Jumat (28/11/2025).
“Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan proyek ini dengan baik, sehingga petani tidak lagi khawatir akan banjir saat musim hujan tiba,” ujarnya.
Juga dikatakan. Setelah proyek ini selesai, kedepannya petani bisa mengusulkan pembuatan saluran irigasi kepada pemerintah daerah melewati dinas terkait agar suplai air dari bendungan Tampa bisa mengairi persawahan warga,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Adi Suseno/Yulius Yartono
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan