Audit! Banjir Kota Tasikmalaya, Kegagalan Drainase dan Minimnya Resapan

Senin, 10 November 2025 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Genangan dan banjir yang berulang di Kota Tasikmalaya bukan lagi sekadar peristiwa alam, melainkan cerminan dari kegagalan tata kelola infrastruktur perkotaan.

Setiap kali hujan turun dengan intensitas sedang hingga tinggi, sejumlah wilayah dari pusat kota hingga kawasan permukiman padat, terendam air. Pola ini berulang dari tahun ke tahun, tanpa ada perbaikan yang berarti.

Kondisi tersebut mendapat sorotan tajam dari Riswara Nugroho Ketua Umum Aliansi Mahasiswa Tasikmalaya.

Menurutnya, masalah utama bukan pada langit yang menurunkan hujan, tetapi pada tanah yang kehilangan kemampuan menyerap air dan sistem drainase yang tidak lagi berfungsi optimal.

“Selain itu, banyak saluran air yang dangkal, tersumbat sampah, bahkan tak jarang hilang tertutup bangunan,” katanya, Senin (10/11/2025).

Riswara menyebut, kapasitas drainase tidak sebanding dengan peningkatan volume limpasan air akibat pesatnya pembangunan permukiman dan minimnya area resapan.

Kondisi ini menunjukkan lemahnya perencanaan dan pengawasan terhadap sistem drainase kota. Pembangunan kerap berjalan tanpa memperhitungkan arah aliran air, sementara perawatan infrastruktur yang sudah ada berjalan setengah hati.

“Akibatnya, setiap hujan deras berubah menjadi bencana kecil yang mengganggu aktivitas warga, merusak infrastruktur, dan menimbulkan kerugian ekonomi,” cetus Riswara.

Sudah saatnya Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak lagi bersikap reaktif sekadar mengeruk saluran setelah banjir datang melainkan bertindak strategis dan preventif.

“Dibutuhkan audit menyeluruh terhadap sistem drainase kota: mulai dari peta aliran air, kapasitas saluran, hingga konektivitas antar jaringan,” pinta Riswara.

Pemerintah perlu menerapkan konsep drainase berwawasan lingkungan atau Sustainable Urban Drainage System (SUDS), seperti pembangunan sumur resapan, taman resapan, kolam retensi, dan penggunaan material berpori di area publik.

Tak hanya itu, keterlibatan masyarakat juga menjadi kunci. Tanpa kesadaran warga untuk menjaga kebersihan saluran dan tidak membuang sampah sembarangan, infrastruktur secanggih apa pun tidak akan mampu mengatasi persoalan ini.

Riswara menegaskan, banjir di Tasikmalaya adalah alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa pengelolaan air perkotaan harus berubah arah.

“Hujan tidak bisa dicegah, tetapi dampaknya bisa dikendalikan asal sistem drainase dirancang dengan ilmiah, dikelola dengan konsisten, dan diawasi dengan tegas,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Kas Daerah Jebol, Kekayaan Bupati dan Sekda Ciamis Disorot Usai Temuan BPK
Kepala Desa Ranca Bungur Contoh Nyata Anti Sinergi Lintas Sektoral di Kab. Bogor
Jelang Sidang Kesimpulan: Peta Tumpang Tindih Lahan Mendadak Muncul, Sikap BPN Bartim Disorot
TMMD ke-128 Garut Ditutup, Warga Malangbong Punya Jalan Baru Setelah 40 Tahun
Pantau Percepatan Penuntasan TBC, Bupati Jeneponto Tekankan Kolaborasi dan Penguatan Layanan
Resmi Ikrar di Tasikmalaya, Yayasan Peduli Kasih Insani Siap Layani Kebutuhan Darah dan Kesehatan
Paturay Tineung SMKS Krija Bhakti Utama, 294 Siswa Kelas XII Resmi Dilepas
Upacara Harkitnas, Kodim 0612/Tasikmalaya Perkuat Nasionalisme dan Solidaritas Kebangsaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:37 WIB

Kas Daerah Jebol, Kekayaan Bupati dan Sekda Ciamis Disorot Usai Temuan BPK

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:21 WIB

Kepala Desa Ranca Bungur Contoh Nyata Anti Sinergi Lintas Sektoral di Kab. Bogor

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:46 WIB

Jelang Sidang Kesimpulan: Peta Tumpang Tindih Lahan Mendadak Muncul, Sikap BPN Bartim Disorot

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:24 WIB

TMMD ke-128 Garut Ditutup, Warga Malangbong Punya Jalan Baru Setelah 40 Tahun

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:54 WIB

Pantau Percepatan Penuntasan TBC, Bupati Jeneponto Tekankan Kolaborasi dan Penguatan Layanan

Berita Terbaru