Tasikmalaya, MNP – 188 ASN yang terdiri dari eselon 3 dan 4 telah selesai dilantik dan diambil sumpah jabatan guna mengemban amanah, beberapa waktu lalu.
Namun rotasi mutasi yang sebelumnya selalu dipertanyakan kini malah menuai kontroversi, transparansi dalam penempatan jabatan.
Rotasi mutasi seolah olah menjadi orkestra bagi para pemangku kebijakan, rotasi mutasi yang mengedepankan ralenta ataupun merit sistem menjadi sumbang dalam kenyataan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu yang kini menjadi sorotan rotasi mutasi adalah penempatan seorang di dunia Dinas pendidikan yaitu Kabid PGTK.
Sosok Kabid baru tersebut berlatar belakang pendidikan S1, berasal dari guru SMP, kemudian diangkat Pengawas pada awal Januari 2025 dan diawal November 2025 diangkat Kepala Bidang Pembinaan GTK.
Irfan Ramdani yang merupakan salah satu tokoh muda sekaligus pemerhati kebijakan pemerintah mengatakan, perlu adanya evaluasi kembali dalam penempatan rotasi mutasi.
Menurut Irfan, jangan sampai hanya karena ada unsur kedekatan ataupun hal yang lainnya yang bisa mencederai dunia birokrasi. Salah satunya penempatan seorang Kabid PGTK Dinas Pendidikan.
Irfan melihat rekam jejak kinerjanya belum cukup bisa untuk menempati posisi tersebut, karena banyak yang lebih mempuni untuk bidang tersebut, ini jelas harus ada evaluasi kembali bagi pemerintah Kota Tasikmalaya.
Dia menegaskan, jangan sampai rotasi mutasi dengan penilaian Talenta atau merit sistem hanya sekedar kiasan saja, yang realitanya tetap unsur kedekatan ataupun lainnya menjadi penilaian lebih.
“Jika itu terjadi jelas bisa mencederai rotasi mutasi di dunia Birokrasi dalam pemerintahan Kota Tasikmalaya di bawah kepemimpinan Viman Alfarizi,” tuturnya kepada MNP, Senin (10/11/2025).
Irfan pun mengatakan dalam rotasi mutasi peran para pejabat menjadi pertanyaan. Entah wakil rakyat yang dianggap impoten atau petinggi Pemkot yang terlalu jumawa dalam menentukan penjabat.
“Apakah prestasi atau atensi dalam penempatan jabatan..entahlah !!!! ,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan