Tragis! Jembatan Gantung Kayu di Banyumas Ambruk, Dua Orang Patah Tulang

Selasa, 4 November 2025 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab Banyumas, MNP – Jembatan gantung di atas Kali Panaruban, Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, ambruk pada Senin (3/11/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Insiden ini menyebabkan tujuh orang yang tengah melintas terjatuh ke dalam sungai.

Jembatan yang memiliki panjang sekitar 24 meter, lebar 3,5 meter, dan tinggi sekitar 5 meter dari permukaan sungai tersebut dilaporkan memiliki struktur badan yang kurang kokoh karena hanya terbuat dari papan kayu.

Jembatan ini merupakan satu-satunya akses penghubung bagi warga di RT 3, RT 4, RT 5, dan RW 16 Desa Cihonje.

Kejadian bermula ketika tujuh orang penyeberang dari luar desa melintas di jembatan tersebut. Mereka diketahui merupakan tim yang hendak melakukan survei lokasi jaringan listrik di Desa Cihonje.

Saat jembatan ambruk, ketujuh orang tersebut ikut tercebur ke dalam sungai. Laporan menyebutkan, dua di antaranya mengalami luka cukup serius dan sempat tidak sadarkan diri.

Kedua korban saat ini telah dilarikan ke rumah sakit terdekat dan diduga mengalami patah tulang akibat terjatuh dari ketinggian jembatan.

Kepala Desa Cihonje, Sarnoto, menjelaskan bahwa ambruknya jembatan secara otomatis mengganggu aktivitas sekitar 60 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut.

“Ambruknya jembatan ini otomatis, akses warga menjadi terganggu. Kami juga sudah mengusulkan pembangunan kembali jembatan melalui bantuan keuangan kabupaten,” jelas Sarnoto.

Dirinya menambahkan, rencana perbaikan jembatan sebenarnya sudah ada dan akan dibiayai melalui dana kabupaten. Namun, pelaksanaannya masih terkendala izin dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).

“Pemerintah sangat berharap izin tersebut agar segera keluar sehingga pembangunan jembatan bisa segera dilaksanakan demi memulihkan aktivitas warga seperti sebelumya,” tutupnya.

Loading

Penulis : Saroyo

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029
Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama
Andreas Simanjuntak Minta GAMKI Tasikmalaya Lahirkan Kader Berani dan Kritis
Gandeng Dinas PU dan TNI-Polri, Kades Lentu Pimpin Warga Normalisasi Irigasi Jelang Musim Tanam
Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek
Nestapa Warga Bogor Penggali Kubur: Sering Kelaparan, Hidup Sebatang Kara di Rumah Lapuk
Dengar Aspirasi Langsung di Lapangan, Kapolres Bogor Canda Tawa Ngariung Bareng Ojol
Epi Mulyana Tekankan Deteksi Dini Kekerasan Anak: Keluarga dan Lingkungan Jangan Tutup Mata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Andreas Simanjuntak Minta GAMKI Tasikmalaya Lahirkan Kader Berani dan Kritis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Gandeng Dinas PU dan TNI-Polri, Kades Lentu Pimpin Warga Normalisasi Irigasi Jelang Musim Tanam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek

Berita Terbaru