Enrekang dan Banjarmasin Jalin Kerjasama, Bawang Merah dan Cabai Jadi Primadona

Kamis, 23 Oktober 2025 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Enrekang, MNP – Pemerintah Kabupaten Enrekang melakukan kerjasama antar daerah (KAD) dengan Pemerintah Kota Banjarmasin, yang menjadi langkah strategis dalam meningkatkan perekonomian daerah.

Banjarmasin melirik potensi bawang merah dan cabai di Enrekang, yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.

Selain Enrekang, Pemerintah Kota Banjarmasin juga melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang.

Wakil Bupati Enrekang, Andi Tenri Liwang La Tinro, dan PLT. Sekretaris Daerah Enrekang, Zulkarnain Kara, ikut hadir dalam acara penandatanganan kerjasama tersebut.

Bupati Enrekang, H. Muh. Yusuf Ritangnga, dalam sambutannya mengatakan bahwa ketertarikan Pemerintahan Kota Banjarmasin pada komoditas bawang merah dan cabai membuka peluang baru bagi pemasaran produk pertanian Enrekang.

“Hingga saat ini, bawang merah Enrekang banyak dikirim ke daerah Kalimantan hingga Manado. Dan kita harap ketertarikan Pemerintah Banjarmasin ini semakin membuka peluang pasar yang lebih baik untuk bawang merah,” kata Yusuf Ritangnga.

Yusuf Ritangnga juga menyampaikan bahwa kedepan kerjasama ini tidak hanya untuk dua produk unggulan itu, tapi juga untuk hasil pertanian Holtikultura lainnya.

“Enrekang juga dikenal sebagai penghasil tomat, kubis, kol, dan kentang. Jadi kita harap produk lainnya juga bisa masuk Banjarmasin,” kata Yusuf Ritangnga.

Dengan demikian, kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan perekonomian daerah.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin, H. M. Yamin, mengungkapkan bahwa kerjasama antar daerah ini bertujuan untuk mengelola inflasi dan untuk memastikan terjaganya pasokan pangan di Banjarmasin.

“Kami berharap kerjasama ini dapat menciptakan kestabilan harga dan pasokan pangan, terutama untuk komoditas seperti bawang merah, beras, dan telur, yang secara signifikan mempengaruhi tingkat inflasi,” kata Muh. Yamin.

Dirinya menekankan agar pertemuan ini dapat menciptakan kolaborasi untuk mengatasi tantangan ekonomi regional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan kerjasama ini, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan perekonomian daerah.

“Kami berharap kerjasama ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” tutup Muh. Yamin.

Loading

Penulis : Rahmat Lamada

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bhabinkamtibmas Polsek Kuala Cenaku Sambangi Petani Timun, Dukung Ketahanan Pangan
HUT Kota Tasikmalaya Jangan Sekedar Seremoni, Irfan Ramdani Dorong Evaluasi Nyata Pembangunan
Pengaturan Tugas Personel Dishub Kota Bogor Dinilai Cacat SOP
Opini: Indikator Bencana Nasional Bukan Kitab Suci, Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Baru Menetapkan Status
Botok Suarakan Hilangnya Kepercayaan Rakyat Pada Hukum di Pengadilan Negeri Pati
Audiensi Tambang PT SJP di DPRD Berujung Tanya, Koalisi LSM Desak Kehadiran Bapenda dan DLH
Pengurus PPPK Teknis Garut Ucapkan Selamat Ultah ke Sekda Nurdin Yana
Bupati Jeneponto Kumpulkan Forkopimda Bahas Isu Kamtibmas hingga Kabut Asap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Kuala Cenaku Sambangi Petani Timun, Dukung Ketahanan Pangan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:38 WIB

HUT Kota Tasikmalaya Jangan Sekedar Seremoni, Irfan Ramdani Dorong Evaluasi Nyata Pembangunan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Pengaturan Tugas Personel Dishub Kota Bogor Dinilai Cacat SOP

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Opini: Indikator Bencana Nasional Bukan Kitab Suci, Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Baru Menetapkan Status

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Botok Suarakan Hilangnya Kepercayaan Rakyat Pada Hukum di Pengadilan Negeri Pati

Berita Terbaru

Berita terbaru

Pengaturan Tugas Personel Dishub Kota Bogor Dinilai Cacat SOP

Kamis, 15 Okt 2026 - 08:28 WIB