Tasikmalaya, MNP – Kontras tajam terlihat dalam pembangunan infrastruktur Kota Tasikmalaya provinsi Jawa Barat.
Di tengah gegap gempita perayaan Hari Ulang Tahun ke-24 dan janji kucuran dana miliaran dari Provinsi, kondisi jalan yang berada di bawah pengawasan Pemerintah Kota (Pemkot) justru dikeluhkan sangat memprihatinkan.
Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Fraksi PDI Perjuangan, Kepler Sianturi, turun langsung meninjau kerusakan parah jalan di wilayah Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, pada Senin (20/10/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya menerima banyak laporan dari masyarakat mengenai kondisi jalan ini, setelah saya lihat langsung, memang benar kondisinya sangat memprihatinkan. Pemerintah Kota harus segera turun tangan, jangan menunggu sampai ada korban atau kerusakan lebih parah,” tegas Kepler.
Dirinya menyoroti ironi di balik sambutan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat Rapat Paripurna HUT Kota Tasikmalaya beberapa waktu lalu, yang menyebutkan angka-angka fantastis untuk perbaikan ruas jalan di bawah kewenangan Pemprov.
Sementara itu, Pemkot Tasikmalaya sendiri dinilai “seolah-olah menutup mata” terhadap kondisi jalan yang berada di bawah pengawasannya.
Anggota dewan tersebut mengungkapkan, sidak ini bukan yang pertama. Pihaknya bahkan sudah melayangkan surat kepada Pemkot melalui Kecamatan Bungursari, namun hingga kini belum ada solusi nyata.
“Kami sudah mengupayakan kepada pihak Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Kecamatan Bungursari, bahkan kita sempat melayangkan surat. Sampai sekarang belum ada solusi,” katanya.
Kepler menegaskan, kunjungan langsung yang turut didampingi oleh Kapolres Tasikmalaya Kota ini adalah bentuk kepedulian Fraksi PDI Perjuangan untuk menyuarakan keluhan masyarakat.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan yang berlubang, bergelombang, bahkan sebagian besar sudah tidak beraspal.
Saat curah hujan tinggi, lubang-lubang tersebut dipenuhi air, menciptakan jebakan yang sangat membahayakan pengguna jalan.
Kepler Sianturi mendesak agar perbaikan infrastruktur jalan ini menjadi program yang diprioritaskan oleh Pemkot, menjadikannya ‘kado’ ulang tahun nyata bagi warga.
“Ini harus segera ada perbaikan infrastruktur jalan, karena kerusakan jalan ini bukan persoalan kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan warga dan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Jalan yang rusak parah tersebut dinilai menghambat mobilitas, kegiatan usaha, dan distribusi hasil perdagangan lokal. Masyarakat berharap, kritikan keras dari legislatif ini segera direspons dengan tindakan perbaikan oleh pihak eksekutif, sebelum korban jatuh.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan