Tasikmalaya, MNP – Kegiatan Program Pembinaan Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) kembali digelar di Lokasi Khusus (Lokhus) P2WKSS Kampung Lengo RT 04 / RW 10, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.
Pelatihan kali ini difokuskan pada bidang Tata Rias Pengantin dan Tata Boga yang dipandu langsung oleh pembimbing ahli di bidangnya. Para peserta tampak sangat antusias mengikuti jalannya kegiatan dari awal hingga akhir, Senin (20/10/2025).
H. Lusi Rosdianti, S.Pd., M.Pd., selaku Kabid DPPKBP3A Kota Tasikmalaya, menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan agenda rutin tahunan yang selalu bersinergi dengan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah setiap tahun kami selalu mendapatkan dukungan dari Dinas Pendidikan,” ungkap Lusi.
Untuk tahun ini, pihaknya mengadakan pelatihan tata boga dan tata rias pengantin agar para perempuan binaan memiliki keterampilan yang bisa meningkatkan kemandirian ekonomi mereka.
“Harapannya, para ibu di lokasi P2WKSS bisa berdaya dan tidak bergantung sepenuhnya pada suami,” ujarnya.
Ditambahkannya, kegiatan ini melibatkan mahasiswa Jurusan Pendidikan Masyarakat Universitas Siliwangi (Unsil) sebagai bentuk pembelajaran lapangan agar mereka dapat mengimplementasikan teori yang dipelajari di kampus dengan kondisi nyata di masyarakat.
“Kami ingin para mahasiswa melihat langsung realitas sosial dan berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat. Semoga perempuan-perempuan di lokasi P2WKSS bisa berdaya dan tidak mau diperdaya,” tambahnya.
Sementara itu, Heti Hermawati, pembimbing Tata Rias Pengantin dari LKP Bina Karya, menjelaskan materi pelatihan kali ini berfokus pada Tata Rias Pengantin Sunda Siger Tradisional Modifikasi, dengan komposisi 70% pakem dan 30% modifikasi.
Heti menyebut, dalam tata rias pengantin, waktu ideal untuk ujian biasanya 45 menit untuk make up, 45 menit untuk sanggul, dan 45 menit untuk busana. Namun, itu tergantung dari kecepatan tangan dan jam terbang peserta. Untuk tahap awal ini, pelatihan masih dasar.
“Jadi perlu berkelanjutan agar peserta benar-benar kompeten di dunia tata rias pengantin,” jelasnya.
Ia berharap para peserta bisa mengembangkan bakat dan menjadi lebih mandiri secara ekonomi.
Sedangkan Dewi Saptia Ningsih, instruktur Tata Boga dari Dinas Pendidikan, menyampaikan bahwa materi pelatihan yang diberikan kali ini adalah pembuatan dadar gulung isi cokelat sebagai salah satu jenis jajanan pasar.
“Pelatihan tata boga ini direncanakan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu. Hari ini baru satu materi yang disampaikan, durasinya sekitar satu jam per sesi,” katanya.
Pihaknya juga memberikan materi tambahan seperti cara menghitung HPP, menentukan harga jual, menjaga sanitasi, dan penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
“Harapannya, para ibu bisa mempraktikkan langsung dan menjadikannya tambahan penghasilan di rumah,” ungkapnya.
Sementara itu, Azzahra Yola Nuri Safa Nazhara Imanez Safa Diesta, mahasiswa Unsil jurusan Pendidikan Masyarakat, turut memberikan kesan positif terhadap kegiatan ini.
“Hari ini kami ikut mendampingi pelatihan tata rias pengantin dan tata boga. Alhamdulillah, semua berjalan lancar, ibu-ibu peserta sangat antusias,” ucapnya.
Untuk kegiatan selanjutnya, Azzahra berencana mengadakan pelatihan mengolah bonggol pisang serta kegiatan kreativitas anak yang melibatkan kolaborasi antara anak dan orang tua.
“Para mahasiswa juga berencana berkolaborasi dengan Poltekkes Tasikmalaya dalam program SKENA (Sadar Kesehatan Nutrisi dan Asupan), yang akan mengundang Kabid P3A, Camat, Lurah, dan pihak Poltekkes sebagai narasumber utama,” pungkasnya.
Kegiatan P2WKSS di Bantarsari ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga menumbuhkan semangat kemandirian dan pemberdayaan ekonomi perempuan agar mampu berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan lingkungan sekitar.
![]()
Penulis : Gobreg
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan