MarpeL Minta Pemkot Tasikmalaya Tegas Selesaikan Masalah Sampah TPAS Ciangir

Jumat, 3 Oktober 2025 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Masalah sampah di Kota Tasikmalaya seakan tidak pernah sepi dari isu minor dan terus menjadi perbincangan publik.

Ketua Umum MarpeL (Masyarakat Peduli Lingkungan), Erwin, mendesak Pemerintah Kota Tasikmalaya agar segera mengambil langkah serius dalam penyelesaian persoalan sampah.

“Kami minta Pemkot Tasikmalaya bertindak, khususnya di TPAS (Tempat Pembuangan Akhir Sampah) Ciangir,” ucapnya, Jumat (03/10/2025).

Erwin yang juga dikenal sebagai aktivis buruh dan lingkungan hidup menilai kondisi sampah di Kota Tasikmalaya sudah berada pada “stadium 4”.

Hal ini ia sampaikan berdasarkan hasil pengamatan di lapangan yang menunjukkan tumpukan sampah semakin hari semakin mengkhawatirkan.

“Menurut survei, setiap hari sampah semakin menumpuk. Sampai hari ini pihak pemerintah daerah belum bisa menanggapi permasalahan ini dengan serius,” tegas Erwin.

Sementara itu, warga sekitar Ciangir, Cucu (30), menyampaikan aspirasinya agar pemerintah lebih memperhatikan pengelolaan sampah.

Menurutnya, sampah organik maupun nonorganik masih bisa didaur ulang sehingga memiliki nilai guna, seperti dijadikan pupuk.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum MarpeL, Maman Hendra, menyebut bahwa persoalan ini adalah masalah besar bagi masa depan Kota Tasikmalaya.

“Jika terus dibiarkan, dalam jangka 5, 10 hingga 15 tahun ke depan, Kota Tasikmalaya akan menghadapi persoalan yang jauh lebih serius terkait sampah,” ujarnya.

MarpeL pun meminta agar Wali Kota Tasikmalaya dan Dinas Lingkungan Hidup segera menindaklanjuti masalah ini dengan langkah konkret.

Erwin menegaskan, jangan sampai penumpukan sampah di jalanan, TPS liar, maupun TPS sementara terus berlanjut tanpa solusi nyata.

“Kalau pemerintah daerah tidak serius, jangan harap Kota Tasik bisa menjadi kota resik. Kalau begini terus, bagaimana masa depan anak cucu kita? Apakah Kota Tasik ingin mendapat predikat Kota Sampah se-Jawa Barat?” pungkas Erwin dengan nada keras.

Loading

Penulis : DK

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Istimewa! Bupati Pakpak Bharat Siapkan Hadiah Sepeda Motor, Kawal Anggaran LPTQ di MTQ ke-23
Dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Dampingi RSUD dr Soekardjo Susun Clinical Pathway Penyakit Prioritas Nasional 
Kas Daerah Jebol, Kekayaan Bupati dan Sekda Ciamis Disorot Usai Temuan BPK
Kepala Desa Ranca Bungur Contoh Nyata Anti Sinergi Lintas Sektoral di Kab. Bogor
Jelang Sidang Kesimpulan: Peta Tumpang Tindih Lahan Mendadak Muncul, Sikap BPN Bartim Disorot
TMMD ke-128 Garut Ditutup, Warga Malangbong Punya Jalan Baru Setelah 40 Tahun
Pantau Percepatan Penuntasan TBC, Bupati Jeneponto Tekankan Kolaborasi dan Penguatan Layanan
Resmi Ikrar di Tasikmalaya, Yayasan Peduli Kasih Insani Siap Layani Kebutuhan Darah dan Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:07 WIB

Istimewa! Bupati Pakpak Bharat Siapkan Hadiah Sepeda Motor, Kawal Anggaran LPTQ di MTQ ke-23

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:55 WIB

Dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Dampingi RSUD dr Soekardjo Susun Clinical Pathway Penyakit Prioritas Nasional 

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:37 WIB

Kas Daerah Jebol, Kekayaan Bupati dan Sekda Ciamis Disorot Usai Temuan BPK

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:21 WIB

Kepala Desa Ranca Bungur Contoh Nyata Anti Sinergi Lintas Sektoral di Kab. Bogor

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:46 WIB

Jelang Sidang Kesimpulan: Peta Tumpang Tindih Lahan Mendadak Muncul, Sikap BPN Bartim Disorot

Berita Terbaru