Enrekang Raih Prestasi Nasional, Pemda Terbaik Kedua dalam Pengelolaan Perhutanan Sosial 

Jumat, 22 Agustus 2025 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Enrekang, MNP – Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Pemerintah Daerah kedua Terbaik dalam Pengelolaan Perhutanan Sosial.

Penghargaan tersebut diberikan pada ajang Festival Pesona 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kehutanan RI di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, pada Kamis tanggal 21 Agustus 2025.

Penghargaan ini juga merupakan bukti nyata dari komitmen dan keseriusan Kabupaten Enrekang dalam mengelola perhutanan sosial yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Festival Pesona sendiri merupakan agenda tahunan yang bertujuan meningkatkan sinergitas antar pihak dalam mendukung percepatan pengelolaan perhutanan sosial.

Festival Pesona 2025 yang mengusung tagline Merawat Hutan, Mewariskan Harapan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik seperti pameran hasil hutan, talk show yang penuh wawasan, serta diskusi multi-pihak yang menampilkan praktik-praktik baik pengelolaan hutan di berbagai daerah di Indonesia.

Pada penapisan terakhir yang dilakukan pada tanggal 6 Agustus 2025, Dewan Juri menetapkan penerima penghargaan untuk tiga kategori utama, yaitu Pendamping Terbaik, Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Terbaik, dan Pemerintah Daerah Terbaik.

Kabupaten Enrekang berhasil meraih penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Terbaik kedua bersama Kabupaten Berau di Kalimantan Timur dan Kabupaten Pesawaran di Lampung.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Mursalim Bagenda, Asisten III Setda Enrekang, yang hadir mewakili Bupati Enrekang, Muh. Yusuf Ritangnga.

Mursalim Bagenda menyampaikan rasa bangga atas capaian ini dan menekankan bahwa prestasi ini tidak lepas dari arahan dan dukungan penuh Bupati Enrekang serta dukungan dari semua stakeholder perhutanan di Kabupaten Enrekang.

Prestasi ini tentu tidak lepas dari arahan dan dukungan penuh Bupati Enrekang, serta dukungan semua stakeholder perhutanan sehingga daerah kita mampu menjadi pemerintah daerah yang serius dalam mengelola perhutanan sosial.

“Kami berharap, perhutanan sosial di Enrekang semakin bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab

Perhutanan sosial adalah skema pemberian akses legal kepada masyarakat untuk mengelola kawasan hutan negara secara berkelanjutan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian hutan.

Skema ini meliputi Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Adat, dan Kemitraan Kehutanan.

Di Kabupaten Enrekang, perhutanan sosial telah berkembang dengan baik sejak tahun 2018.

Sebanyak 108 Masyarakat Hukum Adat (MHA) telah memperoleh Surat Keputusan (SK) Hutan Adat, dan dari jumlah itu 48 kelompok sudah memiliki Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) sebagai wadah usaha berbasis hutan.

Mursalim Bagenda menyebut, masyarakat mengembangkan usaha dari hasil hutan non-kayu, ekowisata, hingga pertanian berkelanjutan dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Kabupaten Enrekang memiliki kawasan hutan yang cukup luas, yaitu sekitar 74.786 hektar, yang sebagian telah dikelola melalui skema perhutanan sosial.

Dengan pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan, diharapkan kawasan hutan ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Dukungan pemerintah daerah terhadap perhutanan sosial sangat penting untuk memastikan bahwa masyarakat dapat mengelola hutan dengan cara yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi ekonomi lokal.

Perhutanan sosial juga menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan.

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI menegaskan bahwa apresiasi ini diharapkan mampu memotivasi seluruh pihak agar semakin optimal dalam pengelolaan perhutanan sosial.

“Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, pendamping, dan masyarakat, perhutanan sosial dapat menjadi solusi untuk kesejahteraan masyarakat sekaligus pelestarian hutan,” ujarnya.

Loading

Penulis : Rahmat Lamada

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Goes To Campus INTI, Tingkatkan Pemahaman JKN bagi Generasi Muda
Sederhana Penuh Makna, Tangis Haru Warnai Perpisahan Siswa SMAS Al Fatah Limbangan
Baru Hitungan Bulan, Tanggul APBN Miliaran Rupiah di Barito Timur Jebol, Warga Tanyakan Integritas PT WIKA
MOTU dan Kober Nurul Qur’an Sukses Gelar Haflah Kenaikan Kelas dan Pelepasan Siswa
Bupati Enrekang Wajibkan Ayah Ambil Rapor & Antar Anak Hari Pertama Sekolah: “Ayah Hadir, Anak Hebat
Kabar Duka, Operator Layanan Operasional Disperkim Garut Herwin Firdaus Tutup Usia
Cetak Generasi Unggul Berbasis Agama, Yayasan Nurul Qur’an Gelar Haflah Perpisahan Meriah
Pemdes Rawa Asri Salurkan BLT Dana Desa Tahap II Tahun 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:10 WIB

BPJS Kesehatan Goes To Campus INTI, Tingkatkan Pemahaman JKN bagi Generasi Muda

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:12 WIB

Sederhana Penuh Makna, Tangis Haru Warnai Perpisahan Siswa SMAS Al Fatah Limbangan

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:51 WIB

Baru Hitungan Bulan, Tanggul APBN Miliaran Rupiah di Barito Timur Jebol, Warga Tanyakan Integritas PT WIKA

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:14 WIB

MOTU dan Kober Nurul Qur’an Sukses Gelar Haflah Kenaikan Kelas dan Pelepasan Siswa

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:43 WIB

Bupati Enrekang Wajibkan Ayah Ambil Rapor & Antar Anak Hari Pertama Sekolah: “Ayah Hadir, Anak Hebat

Berita Terbaru