Banjir Langka Landa Singaparna, Puluhan Rumah Terendam di Dua Desa

Senin, 4 Agustus 2025 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tasikmalaya pada Minggu malam (3/8/2025) mengakibatkan bencana banjir yang mengejutkan warga.

Dua desa yang berada di wilayah Kecamatan Singaparna, yaitu Desa Singasari dan Desa Cikunten, menjadi titik terdampak paling parah.

Air bah dengan ketinggian antara satu hingga dua meter merendam puluhan rumah yang berada di bantaran Sungai Cikunten.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa ini cukup mengagetkan, mengingat Singaparna dikenal sebagai wilayah yang jarang, bahkan nyaris tidak pernah, mengalami banjir.

Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, menyampaikan bahwa luapan air sungai disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi dalam durasi yang cukup lama.

“Singaparna sebelumnya tidak pernah mengalami banjir. Ini baru pertama kali terjadi. Diduga karena hujan turun terus-menerus dengan intensitas tinggi, Sungai Cikunten tidak mampu menampung debit air yang melimpah,” terang Jembar saat dikonfirmasi pada Senin pagi (4/8/2025).

Meskipun kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, terutama yang berada sangat dekat dengan bantaran sungai.

Sebagian warga sempat dievakuasi ke tempat aman pada malam hari saat air terus meninggi. Namun pada pagi harinya, seiring surutnya air, mereka kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa-sisa lumpur dan memperbaiki kerusakan.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Warga sempat mengungsi semalam, tapi pagi ini air sudah mulai surut dan mereka sudah kembali,” tambahnya.

Jembar juga mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras turun.

Menurutnya, jika hujan berlangsung lebih dari tiga jam, potensi banjir sangat besar, terutama di sekitar aliran sungai.

“Kami imbau masyarakat untuk waspada. Kalau hujan deras lebih dari tiga jam, sebaiknya mulai siaga dan evakuasi diri ke tempat yang lebih aman,” ucap Jembar.

Bencana ini sekaligus menjadi sinyal bahwa perubahan cuaca dan pola hujan ekstrem kini mulai berdampak langsung terhadap kawasan yang sebelumnya relatif aman dari banjir.

Kondisi lingkungan dan alih fungsi lahan di sekitar aliran sungai juga menjadi catatan penting yang harus diperhatikan pemerintah daerah untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.

Saat ini, tim relawan dari Tagana, BPBD, serta aparat desa sedang melakukan pendataan kerusakan dan menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga tengah menyiapkan langkah lanjutan, baik dalam bentuk perbaikan infrastruktur maupun mitigasi bencana kedepan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bersama bahwa bencana bisa datang kapan saja, di mana saja, dan penting bagi masyarakat untuk selalu siaga serta membangun kesadaran kolektif dalam menghadapi potensi bencana alam.

Loading

Penulis : SN

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

H. Rana Nur Alamsyah: Fun Bike TOF 2026 Bukan Sekadar Gowes, Momentum Pererat Silaturahmi Warga
Elis Lisnawati: Pelaku Budaya Jangan Hanya Dibutuhkan, Pemerintah Harus Hargai dan Didukung Merata
Di Milangkala ke-9 Sabodo Debus Extreme, Budayawan Minta Pemerintah Serius Lestarikan Seni Sunda
Fun Bike Gowes Bareng Pemuda Tasik dan BSS Meriahkan Milangkala ke-25 Kota Tasikmalaya
Penghasilan Nelayan Pangandaran Turun, Faktor Harga Pasar Jadi Pemicu
Healing Hemat di Kuningan: Menikmati Sunset dan Udara Sejuk di Taman Bunut
Rutin Gelar Pengajian Kitab Bulanan, RPA CV Assalam Family Pererat Silaturahmi Bersama Warga Bantarsari
Tegang! Karyawan PT SBL Tertibkan Rombongan Mengaku KSO Agrinas di Indragiri Hulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:48 WIB

H. Rana Nur Alamsyah: Fun Bike TOF 2026 Bukan Sekadar Gowes, Momentum Pererat Silaturahmi Warga

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Elis Lisnawati: Pelaku Budaya Jangan Hanya Dibutuhkan, Pemerintah Harus Hargai dan Didukung Merata

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Di Milangkala ke-9 Sabodo Debus Extreme, Budayawan Minta Pemerintah Serius Lestarikan Seni Sunda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Fun Bike Gowes Bareng Pemuda Tasik dan BSS Meriahkan Milangkala ke-25 Kota Tasikmalaya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Penghasilan Nelayan Pangandaran Turun, Faktor Harga Pasar Jadi Pemicu

Berita Terbaru

Berita terbaru

Penghasilan Nelayan Pangandaran Turun, Faktor Harga Pasar Jadi Pemicu

Minggu, 11 Okt 2026 - 09:54 WIB