Tasikmalaya, MNP – Kelurahan Bungursari melalui Kelompok Masyarakat (Pokmas) menggelar pelatihan keterampilan pengolahan makanan hasil pertanian, Rabu (9/7/2025).
Kegiatan tersebut dalam upaya mendorong peningkatan keterampilan masyarakat serta mendukung pertumbuhan UMKM lokal yang diikuti 50 peserta perwakilan dari 9 Rukun Warga (RW).
Ketua Pokmas Kelurahan Bungursari, Dian Nurdiansyah, menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang didanai oleh Dana Kelurahan tahun anggaran 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pelatihan ini difokuskan pada pengolahan hasil pertanian lokal seperti singkong, ubi jalar, dan kentang yang diharapkan dapat diolah menjadi produk makanan bernilai ekonomi,” jelasnya.
Pelatihan ini didesain untuk memberikan keterampilan praktis kepada warga dengan harapan tidak hanya berhenti setelah kegiatan selesai, tapi dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan di wilayah masing-masing.
“Kami ingin ini menjadi pegangan hidup dan bahkan bisa dikembangkan menjadi home industri,” ujar Dian.
Selama dua hari pelatihan, para peserta akan mendapat materi teori sekaligus praktik langsung mengenai teknik pengolahan bahan pertanian menjadi produk olahan siap jual, seperti keripik, kue kering, dan makanan ringan lainnya.
Praktik ini didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan narasumber yang memiliki keahlian di bidang pengolahan hasil tani.
Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama kegiatan. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis, tetapi juga wawasan mengenai cara mengemas, memasarkan, dan mengembangkan produk mereka secara mandiri.
Para narasumber juga memberikan motivasi kepada peserta untuk memanfaatkan potensi lokal sebagai modal awal membangun usaha kecil menengah.
Lurah Bungursari serta jajaran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) turut hadir memberikan dukungan penuh.
Menurut pihak kelurahan, pelatihan ini merupakan salah satu strategi untuk memperkuat perekonomian warga di tingkat akar rumput. Diharapkan hasil dari pelatihan ini akan melahirkan pelaku UMKM baru yang mandiri dan produktif.
“Bungursari punya potensi besar dari sektor pertanian. Tinggal bagaimana kita olah dan beri nilai tambah. Lewat pelatihan ini, kami berharap akan lahir wirausahawan baru dari kalangan masyarakat,” kata salah satu perwakilan dari kelurahan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama antara pemerintah kelurahan, Pokmas, LPM, serta elemen masyarakat lainnya untuk menjadikan Bungursari sebagai wilayah yang mandiri secara ekonomi, dengan mengedepankan semangat kewirausahaan dan kemandirian masyarakat berbasis potensi lokal.
Dengan bekal keterampilan yang diperoleh, peserta diharapkan mampu membawa dampak positif, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga lingkungan sekitarnya, dalam bentuk usaha rumahan yang berkelanjutan serta mampu membuka lapangan kerja di lingkungannya.
![]()
Penulis : Gobreg
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan