Kreatif, Warga Pemalang Sulap Limbah Plastik Korek Api dan Paralon Bekas Jadi Cuan

Kamis, 29 Mei 2025 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang, MNP – Banyak orang membuang korek api gas ketika isi didalamnya sudah habis lalu membeli yang baru.

Akan tetapi ditangan seorang Saroji atau biasa dipanggil Jiun warga Pemalang, limbah bekas korek ini disulap menjadi sebuah karya yang dapat mendapatkan cuan.

Berawal dari suka melihat-lihat figure action di gudang, Saroji (32) warga Desa Kendalsari, Kecamatan Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, memanfaatkan aneka limbah elektronik, korek api gas, dan paralon disulap menjadi aneka replika robot dan sepeda motor.

Pria dengan satu anak ini telah menemukan pekerjaan yang sebetulnya muncul dari hobi yang digelutinya.

Bermodalkan limbah bekas seperti kaleng, korek gas, botol oli, pipa, paralon bekas dan lain-lain, serta amplas dan lem korea, ia mencoba untuk membuat robot mainan yang banyak digemari anak-anak.

“Dari situ saya punya inisiatif coba bikin sendiri, mengingat harga figure lumayan mahal,” kata Jiun melalui sambungan teleponnya, pada Kamis (29/5/2025).

Dari bahan limbah tadi, dirinya mulai merakit atau membuat replika robot dan sepeda motor tersebut, kemudian mulai menyusun dan merakit sesuai yang ada dalam benak-imajinasinya.

Jiun bersyukur, setelah melalui beberapa tahapan akhirnya bisa membuat robot mainan yang bagus dan menarik terutama bagi anak-anak.

“Saya menggeluti ini sejak tahun 2020, yang sampai saat ini telah memproduksi robot dengan aneka macam seperti robot sja, voltus v, robot lebah, Gundam RX, wolferin, cyclops (X-men) serta gundam”, paparnya.

Dirinya mengaku untuk pasaran masih dilingkup teman-teman sendiri dan via media sosial, belum coba di ekspos atau promosikan keluar. Untuk harga mulai dari Rp.300 ribu sampai Rp.500 ribu.

“Untuk pengerjaan 1 robot biasanya 2 minggu, dikerjakan pada malam hari,” jelas Jiun.

Menurutnya, pekerjaan membuat robot mainan adalah hanya sekedar menyalurkan hobi, meski sekarang telah menjadi penghasilan yang lumayan dan memanfaatkan limbah supaya bisa menjadi produk yang punya nilai jual.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum
Pimpin DPC GAMKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi Fokus Konsolidasi Pemuda Lintas Komunitas
Tatap Indonesia Emas 2045, PMII STISIP Tasikmalaya Ingatkan Bonus Demografi Tak Cukup Sebatas Slogan
Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029
Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama
Andreas Simanjuntak Minta GAMKI Tasikmalaya Lahirkan Kader Berani dan Kritis
Gandeng Dinas PU dan TNI-Polri, Kades Lentu Pimpin Warga Normalisasi Irigasi Jelang Musim Tanam
Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Pimpin DPC GAMKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi Fokus Konsolidasi Pemuda Lintas Komunitas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Tatap Indonesia Emas 2045, PMII STISIP Tasikmalaya Ingatkan Bonus Demografi Tak Cukup Sebatas Slogan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama

Berita Terbaru