Bahas Masalah Bank BJB, Tim Analis Hukum KDM Mengundang LBH Pendekar

Rabu, 21 Mei 2025 - 22:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, MNP – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, melalui Biro Hukumnya, secara khusus mengundang Tim Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pendekar Kawah Galunggung Indonesia yang dipimpin oleh Hartoni Ketua Umum asal Tasikmalaya.

Undangan ini dilakukan untuk membahas tuntutan terkait permasalahan dengan Bank BJB yang menyangkut kesejahteraan para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan guru-guru di Jawa Barat, Rabu (21/05/2025).

Suherman dari Tim KDM Analis Hukum Ahli Madya mengatakan, pihaknya ingin membahas secara mendalam isi surat tuntutan dari LBH Pendekar yang menyangkut para ASN dan guru-guru di Jawa Barat.

“Ini atas arahan langsung dari Gubernur Jawa Barat, kami diminta untuk berdialog dan membedah persoalan ini bersama-sama,” ujar Suherman.

Dalam kesempatan tersebut, Hartoni menyampaikan bahwa isu yang dibawa bukan hanya sekadar hukum, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan.

Ia menegaskan bahwa pihaknya ingin melihat sejauh mana kepemimpinan Kang Dedi Mulyadi mampu menunjukkan keberpihakan pada rakyat kecil, terutama para ASN dan guru yang merasa dimarjinalkan oleh kebijakan perbankan yang dinilai tidak adil.

“Ini soal kemanusiaan. Kami ingin menguji sejauh mana Gubernur baru ini bisa memanusiakan manusia, khususnya anak buahnya sendiri: ASN dan guru-guru yang merasa terdzolimi oleh kebijakan menyesatkan dan menyengsarakan,” tegas Hartoni.

Usep Rinaldi, S.H., CPM, yang turut hadir sebagai advokat LBH Pendekar, juga menekankan pentingnya pertemuan langsung antara pihaknya dengan Gubernur.

“Kami ingin duduk bersama Kang Dedi Mulyadi, menjelaskan akar permasalahan Bank BJB secara rinci, mengingat beliau juga menjabat sebagai Komisaris Utama di bank tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Haji Asep, psikolog dari LBH Pendekar, mengungkapkan kekhawatiran dari sisi kesehatan mental yang terdampak akibat polemik ini. Ia meminta agar audiensi dapat segera difasilitasi secara resmi.

“Dari sudut pandang psikologis, ini sudah menyangkut kejiwaan ribuan bahkan mungkin jutaan guru di Jawa Barat. Jika tak segera ditangani, saya khawatir lembaga saya ke depan akan dipenuhi pasien ASN dan guru yang mengalami gangguan kejiwaan,” pungkasnya.

Loading

Penulis : DK

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Penanganan Dinilai Lambat, PWRI Desak Polres Tasikmalaya Kota Transparan Soal Laporan Nikah Siri ‘DAM’
Berantas Narkoba dan HP Ilegal, Rutan Pemalang Gelar Razia Gabungan Bersama APH
Kepala Sekolah di Pemalang Keluhkan Jarak Penempatan Tugas, BKPSDM: Itu Sudah Final
Tempuh Ratusan Kilometer, Sopir Bus Sinar Jaya Kembalikan Dompet Penumpang asal Pemalang
Gandeng TNI hingga Swasta, Irjen Kemendes Gelar Aksi Sosial Akbar di Tasikmalaya
Pamit ke Pesantren, Dua Remaja Kembar Asal Garut Hilang Kontak Pasca Turun di Terminal Singaparna
Misteri Hilangnya Petani Barito Timur, Korban Ditemukan Meninggal di Hutan Desa Wuran
Kadis PUPR Bartim Bantah Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta, Tantang Cek Lapangan: “Kalau Dibilang Tidak Ada Proyek, Itu Bohong”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 14:36 WIB

Penanganan Dinilai Lambat, PWRI Desak Polres Tasikmalaya Kota Transparan Soal Laporan Nikah Siri ‘DAM’

Senin, 25 Mei 2026 - 14:12 WIB

Berantas Narkoba dan HP Ilegal, Rutan Pemalang Gelar Razia Gabungan Bersama APH

Senin, 25 Mei 2026 - 13:57 WIB

Kepala Sekolah di Pemalang Keluhkan Jarak Penempatan Tugas, BKPSDM: Itu Sudah Final

Senin, 25 Mei 2026 - 13:45 WIB

Tempuh Ratusan Kilometer, Sopir Bus Sinar Jaya Kembalikan Dompet Penumpang asal Pemalang

Senin, 25 Mei 2026 - 12:31 WIB

Gandeng TNI hingga Swasta, Irjen Kemendes Gelar Aksi Sosial Akbar di Tasikmalaya

Berita Terbaru