Enrekang, MNP – Pemerintah Kabupaten Enrekang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustaka) menggelar Bimbingan teknis membaca nyaring untuk kategori guru, pustakawan dan Orangtua.
Acara yang dihadiri 150 orang peserta untuk 3 kelas ini diadakan di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang jalan Pancaitana Bungawalie Kelurahan Galonta Enrekang pada hari Senin (05/05/2025).
Adapun kategori yang diperlombakan adalah Kelas 1 kategori orang tua 54 orang, Kelas 2 kategori Pustakawan 48 orang dan Kelas 3 kategori Guru TK/ SD 48 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Mawarsi menjelaskan bahwa, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan peserta keterampilan dalam membaca dengan suara jelas, lancar, dan sesuai dengan ekspresi teks.
“Hal ini penting untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan pemahaman teks, serta dapat memotivasi anak-anak untuk menumbuh kembangkan kegemaran dan budaya baca sejak dini,” katanya.
Dikatakan pula oleh Mawarsi bahwa manfaat membaca nyaring bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa dan memperluas wawasan.
“Ya, tetapi juga untuk membangun ikatan emosional antara anak anak dan pendamping mereka,” ucap Mawarsi.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang, Amrullah menyampaikan pentingnya kegiatan ini ditengah perkembangan teknologi yang sangat pesat sangat berpengaruh pada minat baca.
Saat ini lanjut Amrullah, orang dewasa maupun anak-anak lebih tertarik untuk menonton Youtube dan membuka aplikasi melalui Gadget.
“Semoga setelah mengikuti bimtek ini diharapkan para peserta dapat menjadi penggerak literasi di lingkungan masing-masing dan memotivasi anak-anak untuk mencintai buku melalui ceritanya,” harap Amrullah.
Sementara, H.Haidar selaku Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berharap setelah mengikuti bimtek ini orang tua, guru dan para pustakawan dapat meningkatkan kemampuan literasi baca, memberikan manfaat edukatif bagi peserta yang akan di implementasikan bagi anak dan para peserta didiknya.
“Pentingnya budaya baca sebagai dasar pembentukan karakter dan sumber pengetahuan yang mendukung arah Pembangunan daerah ke depannya,” pungkas Haidar.
![]()
Penulis : Rahmat Lamada
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan