Pemerintah Harus Berani Mengapresiasi Pengelola dan Warga yang Peduli Urusan Sampah di Lingkungannya

Kamis, 20 Februari 2025 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, MNP – Sudah saatnya seluruh WNI kembali pada fitrah dan jatidirinya, sebagai Manusia dari sebuah Bangsa dan Negara berperadaban tinggi, berakhlaq mulia dan bermoral, dengan tatakrama sosial yang terpuji.

Baik ditinjau dari sudut pandang sesama sebangsa, maupun dari pendapat bangsa asing yang menetap dan hidup di dalam wilayah Negara Kita ini.

Khusus yang menyangkut estetika di dalam penataan lingkungan hidup, termasuk mekanisme di pengelolaan sampahnya.

Narasi teoritis tersebut akan tetap hampa, jika tidak ada implementasi yang nyata dalam dinamika kehidupan Kita sehari-hari. Implementasi tersebut bisa bersama-sama Kita praktek kan dimulai dari lingkungan Kita terlebih dulu.

Semuanya tadi, merupakan tanggungjawab bersama di bidang penataan ruang dan tatakelola Sampah/Limbah.

Mulai dari Sampah Industri, Sampah Pasar, maupun Sampah yang berasal dari beragam kegiatan Rumah Tangga, dari rumah-rumah warga sekitar Kita. Dimulai dari lingkup terkecil, Pribadi Rumah Tangga Kita masing-masing.

Guna mewujudkan harapan tersebut, sinergitas yang terintegrasikan antar warga masyarakat, dengan pihak berwenang dari Kedinasan terkaitnya, yakni dari pihak Dinas Lingkungan Hidup.

Keduanya harus terlebih dulu sinergi visi makronya, akan betapa pentingnya sinergitas tadi, demi Satu pencapaian misi bersama Kita semua, yakni ketertiban lingkungan serta kenyamanan hidup Kita.

Dengan bertanggungjawab bersama, menangani serta mengelola sampah dengan mekanismenya yang baik, benar, efektif dan konsisten (berkelanjutan) di dalam dinamika kehidupan sehari hari.

Caranya, bisa dengan menggalakkan lagi gotong royong untuk bersih-bersih lingkungan bersama, demi kenyamanan bersama.

Di lingkup rumah tangga itu bisa dimulai dengan belajar membiasakan diri/keluarga Kita, dengan memilah serta mengatur sampah Kita dari lingkup rumah tangga Kita. Dengan mewadahi sampah Kita agar tidak berserakan.

Sehingga tidak merugikan ke tetangga secara estetika yang dapat memicu konflik. Gegara sampah dari rumah Kita berserakan mengotori halaman rumah tetangga.

Setelah sampah terpilah itu terkumpul tertib, kemudian tempatkan ke TPS (Tempat Penampungan Sementara Sampah).

Untuk kemudian diangkut Petugas Armada Pengangkutan, dari UPT-PS (Unit Pelaksana Teknis dan Pengelolaan Sampah) nya. Sebagai penanggungjawab di lapangan, bidang pengangkutan dan pengelolaan sampah.

Lalu para petugas (Armada Pengangkutan sampahnya) harus konsekuen terhadap tupoksinya. Disiplin dengan rutinitas pekerjaannya, juga konsisten melaksanakan pengangkutan rutin, sesuai jadwal yang ditetapkannya.

Jangan terkesan nungguin tumpukan sampah keburu membusuk, sehingga picu polusi udara penyebar bibit penyakit bagi warga sekitar TPS.

Kemudian, pihak pengurus tatakelola sampah wilayah terkait, wajib bisa memberi edukasi sekaligus memberi contoh teladan, ke segenap warganya.

Jangan hanya mampu menceramahi dan menarik iuran sampah saja pada warganya. Warga pun jangan pelit-pelit membayar iuran sampah rutinnya tadi, agar Armada Pengangkut sampah gesit dan disiplin mengangkut sampahnya.

Yang terakhir, setelah pihak Pengelola Sampah beserta Warga kompak, juga peduli dan turut terlibat mengurus urusan sampah lingkungan mereka secara konsisten. Maka Pemerintah, melalui Dinas terkaitnya harus bisa berani memberi apresiasi pada mereka.

Hal itu perlu, guna menstimulasi mental mereka, untuk konsistensi nya menjaga dan merawat kebersihan lingkungannya. Pemerintah itu jangan pelit mengapresiasi warganya.

Loading

Penulis : Asep Didi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Efektifkan Dana Bantuan Keuangan Khusus, TPK Bersama Warga Desa Neglasari Bangun Jalan Lingkungan
Kadisdik Kabupaten Tasikmalaya Lakukan Pembinaan di SMPN 2 Kadipaten
Asap Kabut Pekat, Puskesmas, Polsek dan Kecamatan Kuala Cenaku Bagikan Masker
Operasi Antik Lodaya 2026: Polres Garut Ringkus Pengedar Sabu 8,28 Gram
Dua Periode Menjabat, Kades Sukamanah Aten Sulaeman Dikenal Humanis
Perpanjangan SK Kontrak PPPK Paruh Waktu Berjalan Tertib, Peserta Apresiasi Pelayanan BKD Garut
Deklarasi Kelurahan Bersinar, BNN Kota Tasikmalaya Rekrut 60 Relawan Anti Narkoba di Bantarsari
Setiap Regulasi dan Kebijakan Harus Menguntungkan Negara dan Rakyat Kecil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Efektifkan Dana Bantuan Keuangan Khusus, TPK Bersama Warga Desa Neglasari Bangun Jalan Lingkungan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:48 WIB

Kadisdik Kabupaten Tasikmalaya Lakukan Pembinaan di SMPN 2 Kadipaten

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Asap Kabut Pekat, Puskesmas, Polsek dan Kecamatan Kuala Cenaku Bagikan Masker

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Operasi Antik Lodaya 2026: Polres Garut Ringkus Pengedar Sabu 8,28 Gram

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Dua Periode Menjabat, Kades Sukamanah Aten Sulaeman Dikenal Humanis

Berita Terbaru

Berita terbaru

Kadisdik Kabupaten Tasikmalaya Lakukan Pembinaan di SMPN 2 Kadipaten

Kamis, 8 Okt 2026 - 16:48 WIB

Berita terbaru

Dua Periode Menjabat, Kades Sukamanah Aten Sulaeman Dikenal Humanis

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:55 WIB