Tasikmalaya, MNP – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Tasikmalaya menggelar aksi dengan tema Selamatkan Pilkada Kota Tasikmalaya di sejumlah titik strategis.
Aksi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya politik uang (money politics) yang berpotensi mencederai integritas pemilu.
Aksi dimulai dengan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di Taman Kota Tasikmalaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan ini, KAMMI membagikan 300 lembar selebaran yang memuat informasi tentang dampak buruk politik uang dan menyediakan hotline pengaduan bagi masyarakat yang mengetahui kecurangan pemilu.
Massa aksi kemudian bergerak ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tasikmalaya untuk menyampaikan orasi.
Dalam orasi yang disampaikan oleh Ketua KAMMI Tasikmalaya Roihan Syahrul Mubarok, Sekretaris Jenderal, Kepala Bidang Kebijakan Publik, dan beberapa kader lainnya.
KAMMI mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja KPU Kota Tasikmalaya. Mereka menilai KPU belum sepenuhnya mampu menciptakan Pilkada yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luberjurdil).
Puncak aksi KAMMI berlangsung di kantor Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Kota Tasikmalaya.

Dalam audiensi, KAMMI mengungkapkan kekecewaannya terhadap minimnya ketegasan BAWASLU dalam menangani dugaan kecurangan, terutama praktik politik uang.
Berdasarkan data BAWASLU yang disampaikan dalam audiensi, terdapat 11 laporan terkait dugaan pelanggaran Pilkada, dengan tiga laporan masih dalam proses penyelidikan.
Muhammad Syafiq Majdi, Kepala Bidang Kebijakan Publik KAMMI, mendesak BAWASLU agar mengirimkan surat imbauan atau peringatan resmi kepada pasangan calon.
“Kami meminta BAWASLU untuk mengingatkan semua pasangan calon agar tidak melakukan praktik politik uang menjelang hari pemilihan pada 27 November mendatang,” tegas Syafiq.
Roihan Syahrul Mubarok menambahkan bahwa BAWASLU seharusnya lebih proaktif dalam menemukan pelanggaran, tidak hanya bergantung pada laporan masyarakat.
“BAWASLU harus membuktikan komitmennya sebagai pengawas dengan mengedepankan inisiatif dalam menemukan kecurangan,” ujarnya.
KAMMI menegaskan bahwa integritas Pilkada menjadi tanggung jawab bersama, baik masyarakat, peserta, maupun penyelenggara pemilu.
Aksi ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi semua pihak untuk menjaga kejujuran dan keadilan dalam pesta demokrasi Kota Tasikmalaya.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan