Pagar Dirobohkan Kontraktor, SMPN 2 Bontoramba Merasa Dirugikan

Jumat, 5 Januari 2024 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jeneponto, MNP – Proyek pembangunan pagar UPT SMPN 2 Bontoramba kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan dirobohkan oknum kontraktor.

Atas kejadian itu, pihak sekolah merasa dirugikan dan diresahkan dikarenakan selain hewan ternak bebas keluar masuk di area sekolah juga warga bebas keluar masuk melalui pagar yang dirobohkan.

Demikian yang disampaikan pihak kepala UPT SMP Negeri 2 Bontoramba Majid S.Pd saat ditemui oleh media diruang kerjanya, Jumat (5/1/2024).

Majid menjelaskan, proyek ini kecerobohan pihak ketiga, karena saat awal mula pekerjaan pembangunan pagar dan rehab ruang kelas, sang l kontraktor lebih duluan merobohkan pagar lalu setelahnyamengukur volume yang mau dikerjakan.

“Akibatnya proyek tersebut lebih volumenya yang dirobohkan ketimbang yang akan dikerjakan,” ungkapnya.

Selain itu kata Majid, rehab ruangan kelas yang dikerjakan kontraktor hanya diberikan dinding pemisah dengan memakai material klasbor. Menurutnya, tidak akan bertahan tahan lama, karena rawan anak sekolah sering bermain disekitarnya.

“Harapan kami, agar pihak yang berwenang dapat meninjau kembali, pasalnya sangat merugikan dan meresahkan sekolah kami,” ucap Majid.

Diketahui, dalam papan informasi, proyek tersebut dikerjakan oleh CV Pitu Poetra Oetama sebagai penyedia barang dan CV Karya Bintang Inspirasi sebagai pelaksana konsultan.

Adapun, pelaksanaan proyek dari 22 Agustus sampai 18 Desember 2023 dengan pagu anggaran sebesar Rp 410.283.960 juta rupiah. Selain itu, tertera jika pekerjaan ini dalam pendampingan Kejaksaan Negeri Jeneponto.

Saat wartawan mengkonfirmasi Konsultan Perencanaan Ahmad Lau melalui pesan WhatsApp, tidak bisa memberikan tanggapan jelas.

“Tanyaki konsultannya langsung bos, saya konsultan perencana. Yang tahu teknis setelah tanda tangan kontrak itu konsultan pengawasnya dengan kontraktornya sendiri,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Mahmud Sewang

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029
Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama
Andreas Simanjuntak Minta GAMKI Tasikmalaya Lahirkan Kader Berani dan Kritis
Gandeng Dinas PU dan TNI-Polri, Kades Lentu Pimpin Warga Normalisasi Irigasi Jelang Musim Tanam
Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek
Nestapa Warga Bogor Penggali Kubur: Sering Kelaparan, Hidup Sebatang Kara di Rumah Lapuk
Dengar Aspirasi Langsung di Lapangan, Kapolres Bogor Canda Tawa Ngariung Bareng Ojol
Epi Mulyana Tekankan Deteksi Dini Kekerasan Anak: Keluarga dan Lingkungan Jangan Tutup Mata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Andreas Simanjuntak Minta GAMKI Tasikmalaya Lahirkan Kader Berani dan Kritis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Gandeng Dinas PU dan TNI-Polri, Kades Lentu Pimpin Warga Normalisasi Irigasi Jelang Musim Tanam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek

Berita Terbaru