Tasikmalaya, MNP – Pimpinan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang dihadiri seluruh PC Patayat NU se Jawa Barat dari 27 kota/kabupaten, Rabu (29/11/2023).
Rakor yang berlangsung di salah satu Hotel di Kota Tasikmalaya ini dalam rangka evaluasi program yang sudah dilaksanakan Fatayat.
Ketua PW Fatayat NU Jawa Barat, Hirni Kifa Hazefa, S.Pd., M.I. Kom. CEC mengatakan, dalam agenda evaluasi program ini pihaknya menerima beragam masukan dari kabupaten/kota untuk proses perencanaan program tahun 2024.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Disinggung kondisi politik dalam internal, Hirni Kifa Hazefa menyebut, di Fatayat ada satu bidang namanya advokasi hukum dan politik, sehingga terdapat fase kaderisasi dalam organisasi Nahdatul Ulama melahirkan pemimpin yang bisa mengisi ruang publik.
Hirni menjelaskan, pemimpin Fatayat itu bukan hanya memimpin di organisasi internal saja, tetapi mampu memimpin di masyarakat yang lebih luas dalam berbagai level, apakah itu dalam legislatif, yudikatif atau eksekutif.
“Jadi kaderisasi Fatayat itu sampai melahirkan pemimpin bisa di ruang publik bukan hanya di internal organisasi saja.
Meski demikian, Fatayat terdiri dari berbagai unsur, pasti beda-beda, namun tugas Fatayat mampu melahirkan pemimpin, apakah mereka berkarya di mana di mana, sesuai kelompoknya masing-masing.
Lantaran itu, Fatayat mendorong kader-kader untuk berperan, baik itu dalam penyelenggara Pemilu seperti Bawaslu dan KPU sampai tingkat ke bawahnya. Kemudian ada juga yang mencalonkan diri untuk anggota legislatif baik di kabupaten atau kota.
“Intinya kami mendorong itu, karena kalau berbicara gender tentang bagaimana perempuan mendapatkan peran itu, kalau Fatayat mempersiapkan kader-kader perempuan untuk bisa diperankan atau dimaksimalkan potensinya melalui kaderisasi kami, sehingga ketika manggung sudah terkaderisasi,” tandasnya.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Suslia









Tinggalkan Balasan