Kunjungi Jepang, Bupati Pakpak Bharat Pelajari Sistem Pertanian dan Mitigasi

Rabu, 20 September 2023 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fukuoka, MNP – Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor bersama Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) kunjungi Negara Jepang (17-24/09/2023).

Bersama beberapa Kepala Daerah lainnya, Franch Bernhard Tumanggor mempelajari sistem pertanian berkelanjutan dan mitigasi kerawanan bencana di Negeri yang terkenal cukup maju dan mumpuni di bidang pertanian ini.

Kunjungan ini didasari bahwa APKASI memandang sistem pertanian berkelanjutan merupakan hal yang patut diterapkan di Daerah, terutama di Daerah-Daerah berbasis pertanian.

Oleh karena itu, dengan difasilitasi oleh Kementerian Dalam Negeri, APKASI bekerjasama dengan Organizationfor Industrial, spiritual and cultural advancement (OISCA) menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) pengembangan pertanian berkelanjutan dalam rangka membangun ketahanan pangan di Daerah, bertempat di training Center OISCA, Fukuoka, Jepang.

“Disini kita belajar sistem pertanian Jepang yang memang sangat bagus, serta bagaimana memitigasi kerawanan pangan di Daerah akibat perubahan iklim yang dapat menyebabkan terganggunya ketersediaan pangan di Daerah, jelas Bupati Pakpak Bharat.

Menurutnya, sistem pertanian di Negeri Sakura Jepang ini dinilai sangat cocok diterapkan di Negara yang berbasis agraris seperti Indonesia, baik di lahan pertanian kecil maupun besar dengan memanfaatkan teknologi baru dan memperbaharui praktik pertanian yang saat ini di lakukan.

“Sistem pertanian berkelanjutan ini juga merupakan salah satu metode untuk membangun ketahanan pangan di Daerah,” kata Franch Bernhard Tumanggor.

Namun demikian, perlu upaya keras dari berbagai pihak agar para petani memiliki keinginan menerapkan system pertanian berkelanjutan. karena itu, Pemda dipandang perlu mendukung upaya penerapan pertanian berkelanjutan berbasis organik kepada para petani.

“Salah satunya dengan memberi pemahaman bahwa saat ini dan di masa yang akan datang konsumen lebih tertarik untuk mengkonsumsi hasil pertanian berbasis organik,” jelasnya.

Bupati menyebut, dukungan Pemerintah tentu bukan hanya sebatas memberikan pemahaman, tapi juga memberikan beberapa insentif yang diperlukan para petani untuk menerapkan pertanian berkelanjutan. Seperti, pelatihan penanaman berbasis organik hingga pemasaran pasca panen.

OISCA merupakan sebuah NGO yang berpusat di Jepang yang telah banyak menyalurkan bantuan dan kerjasama di 29 negara yang berfokus pada pelatihan pertanian permasalahan lingkungan khususnya masalah ketahanan pangan, termasuk di Indonesia.

Dengan pengalaman yang sedemikian rupa, maka APKASI berkeyakinan bahwa OISCA mampu melakukan transfer knowledge kepada Pemerintah Daerah.

Training di dalam kelas dilakukan dalam dua sesi, dimana sesi pertama menjelaskan secara umum tentang bagaimana mengembangkan system pertanian mulai dari pengolahan tanah sebelum penanaman, pemilihan bibit, pemilihan pupuk, pemupukan, pemanenan, pemasaran produk hingga pengolahan tanah pasca panen.

Sedangkan sesi kedua, dipaparkan secara umum pola- pola pertanian dikawasan Asia, khususnya di Asia Tenggara. Pada sesi ini, trainer akan memberikan strategi khusus bagaimana mengembangkan pertanian berkelanjutan dan berketahanan dengan teknologi konvensional dan modern serta melibatkan masyarakat.

Para peserta pelatihan kemudian diajak untuk melakukan study ekskursi tentang Situs bencana hujan lebat Kyushu Utara, yang juga merupakan system warisan pertanian secara global bendungan yamada dan wirda tiga air, dan Study pembuatan system rumah kaca terbaru untuk penanaman buah dan sayur sepanjang tahun (Proyek PLT Kyushu).

Selain melakukan TOT di Fukuoka, peserta juga mempelajari dan berdiskusi tentang mitigasi kebencanaan dengan Pemerintah Kota Tokyo yang telah memiliki system mitigasi kebencanaan yang handal.

Dalam kunjungan ke Jepang ini, para peserta juga mengunjungi KBRI di Tokyo, bertemu dengan Duta Besar RI untuk Jepang, dan Diaspora Indonesia di Jepang serta Japan International Corporation.

Loading

Penulis : Benny S

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Kapolres Garut Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat, Tekankan Kinerja dan Integritas
Bupati Jeneponto Hadiri Coffee Morning, Perkuat Koordinasi Perangkat Daerah
Diduga Salah Sasaran, Penyaluran Bantuan Becak Listrik di Kota Tasikmalaya Mulai Menuai Polemik
Remaja 19 Tahun Warga Sumedang Dilaporkan Hilang! Ini Ciri-Cirinya
Gerak Cepat, Koramil Cibatu dan Warga Padamkan Kebakaran Lahan 1 Hektar di Garut
Belasan SPBU Regional Kabupaten Bogor Sering Alami Keterlambatan Pasokan BBM, Ada Apa?
Tembus 1.000 Burung Merpati! Arena MBC Yora Tasikmalaya Meledak di Anniversary ke-2
Pesona Budaya Lokal di Milangkala Kuningan ke-528: Ribuan Pasang Mata Terpukau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:51 WIB

Kapolres Garut Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat, Tekankan Kinerja dan Integritas

Senin, 14 September 2026 - 12:44 WIB

Bupati Jeneponto Hadiri Coffee Morning, Perkuat Koordinasi Perangkat Daerah

Senin, 14 September 2026 - 10:15 WIB

Diduga Salah Sasaran, Penyaluran Bantuan Becak Listrik di Kota Tasikmalaya Mulai Menuai Polemik

Senin, 14 September 2026 - 09:06 WIB

Remaja 19 Tahun Warga Sumedang Dilaporkan Hilang! Ini Ciri-Cirinya

Minggu, 13 September 2026 - 21:27 WIB

Gerak Cepat, Koramil Cibatu dan Warga Padamkan Kebakaran Lahan 1 Hektar di Garut

Berita Terbaru

Berita terbaru

Remaja 19 Tahun Warga Sumedang Dilaporkan Hilang! Ini Ciri-Cirinya

Senin, 14 Sep 2026 - 09:06 WIB