Tasikmalaya, MNP – Perlu kolaborasi yang hebat antara pelaku UMKM dengan pemerintah agar masyarakat Jawa Barat bisa terbebas dari kemiskinan.
Hal ini disampaikan Wagub Jabar Uu Ruzanul Ulum saat menghadiri Acara usaha dan produk UMKM se-Priangan Timur yang bertempat di Dadaha, Senin (21/08/2023).
Menurutnya, ini kolaborasi yang sangat hebat bergerak dibidang perekonomian karena memang salah satu tugas dari pimpinan adalah mensejahterakan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Disamping mempertahankan Pancasila Undang-undang dasar 45 dan mensejahterakan masyarakat,” kata Kang Uu sapaan akrabnya.
Dia menyebut, gagal jadi pimpinan akan sakit hati karena janji tidak terealisasi dan masyarakat banyak yang miskin, tapi lebih sakit lagi kalau jadi pemimpin yang gagal karena tidak mampu melaksanakan amanahnya.
“Karena itu kegiatan ini salah satu daya dorong, daya ungkit Pemprov Jabar dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan sumbangsih yang strategis untuk pimpinan di berbagai tingkatan termasuk para Bupati dan Wali Kota di Priangan Timur,” jelasnya.
Ditanya berapa persen angka kemiskinan di Jawa Barat, Kang Uu menjelaskan, angkanya sedikit menurun tetapi memang terkadang menjadi pembicaraan jumlahnya yang banyak.
Tetapi lanjut Kang Uu, harus realistis karena Jawa Barat penduduknya 50 juta, kalau masyarakat miskin sekian persen itu semakin banyak jumlahnya dibandingkan dengan propinsi lain yang jumlah penduduknya hanya 6 juta bahkan ada yang empat juta setengah.
Bahkan, Wagup pernah berkunjung ke provinsi lain yang penduduknya cuma empat juta setengah, penduduk kotanya ada dua ratus lima puluh ribu orang, dan kabupaten jumlahnya 500.000 orang.
“Di Jawa Barat angka kemiskinannya menurun dinilai dari jumlah penduduknya yang banyak. Diperkirakan penduduknya tahun 2040 akan mengalami peningkatan jumlah di angka 60 juta, kalau tidak salah perhitungan,” ungkapnya.
Meski demikian, Jawa Barat sudah melaksanakan beberapa program menurunkan kemiskinan diantaranya UMKM yang sekarang dilakukan kemudian OPOP, satu Desa satu Wisata, satu Desa Satu Produk, termasuk kredit masyarakat ekonomi sejahtera (Mesra) dan KUR.
“Tujuannya membentengi ibu ibu dari Bank keliling, rentenir, karena tidak ada sejarah pinjam dari rentenir usahanya maju dan usaha jadi hebat. Justru sebaliknya menjadi bangkrut, jadi solusinya pemerintah mengelompokkan progam Kredit Mesra dan KUR,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Agis
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan