Pakpak Bharat, MNP – Sebanyak 20 orang yang terdiri dari kaum perempuan memperoleh pelatihan dari Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat.
Kegiatan yang menggandeng Dinas UMKM dan Perindustrian setempat ini berlangsung selama dua hari di Balai Diklat BKPSDM.
Saat membuka pelaksanaan kegiatan menganyam itu kemarin, Ketua Dekranasda Pakpak Bharat Ny Junatry Franc Tumanggor mengatakan, kreasi menganyam dari bahan pandan bertujuan mendukung kearifan budaya lokal. Kedepannya, kelestarian salah satu warisan Budaya Pakpak yang bernilai tinggi itu tetap ada dan berjalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari sisi ekonomi, dengan menggeluti usaha anyam-menganyam juga mendorong peningkatan pendapatan keluarga melalui pertumbuhan usaha di bidang tersebut,” jelas Junatry.

Kadis Koperasi UMKM dan Indag Kabupaten Pakpak Bharat, Elhidayat Berutu MAP mengatakan, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan dasar menganyam dari bahan pandan yang telah dilaksankan di tahun sebelumnya.
“Bahan dasar terbuat dari tumbuhan Pandan berduri dan Legging (sejenis tumbuhan hydro yang hidup di sawah atau rawa-rawa, red),” katanya.
Lanjut Elhidayat, dipelaksanaan pelatihan dasar tersebut, peserta telah mahir menganyam tikar dan kantongan dengan anyaman satu lapis.
Kali ini, mereka akan dibekali pengetahuan membuat produk anyaman dengan berbagai kreasi jenis dan bentuk yang memiliki nilai jual relatif tinggi.
“Cara pembuatan tas, sendal, dompet dan kotak tisu merupakan program pilihan yang ditawarkan kepada peserta latihan kali ini,” jelas Elhidayat.
Adapun, Kedua puluh warga yang memperoleh pelatihan itu berasal dari empat desa, yakni Penanggalan Binanga Boang dan Kuta Tinggi (Kecamatan Salak), Ulu Merah (STTU Julu) dan Desa Siempat Rube (Kecamatan Siempat Rube). (Benny S)
![]()









Tinggalkan Balasan