127 Orang Meninggal di Stadion Kanjuruhan Malang, Kapolda: 2 di Antaranya Anggota Polri

Minggu, 2 Oktober 2022 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab Malang, MNP – Sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Nico Afinta dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu, mengatakan dari 127 orang yang meninggal tersebut, dua di antaranya merupakan anggota Polri.

“Dalam kejadian itu, telah meninggal 127 orang, dua di antaranya adalah anggota Polri,” kata Nico.

Nico menjelaskan sebanyak 34 orang dilaporkan meninggal di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, sementara sisanya meninggal saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat.

Menurutnya, hingga saat ini terdapat kurang lebih 180 orang yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit tersebut.

Selain korban meninggal, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri.

“Masih ada 180 orang yang masih dalam perawatan. Dari 40 ribu penonton, tidak semua anarkis. Hanya sebagian, sekitar 3.000 penonton turun ke lapangan,” tambahnya.

Sesungguhnya, kata Nico, pertandingan di Stadion Kanjuruhan tersebut berjalan dengan lancar. Namun, setelah permainan berakhir, sejumlah pendukung Arema FC merasa kecewa dan beberapa di antara mereka turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.

Petugas pengamanan kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain. Dalam prosesnya, akhirnya petugas melakukan tembakan gas air mata.

Menurutnya, penembakan gas air mata tersebut dilakukan karena para pendukung tim berjuluk Singo Edan yang tidak puas dan turun ke lapangan itu telah melakukan tindakan anarkis dan membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.

“Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen,” katanya.

Menanggapi peristiwa ini, Bupati Malang M. Sanusi menyatakan seluruh biaya pengobatan para suporter yang saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Malang.

“Kami mengerahkan seluruh ambulans untuk proses evakuasi dari Stadion Kanjuruhan. Untuk yang sehat dan dirawat, biaya semua yang menanggung Kabupaten Malang,” kata Sanusi.

Kericuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 3-2 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam, 1 Oktober 2022. Kekalahan itu merupakan yang pertama bagi Arema FC sejak 23 tahun terakhir. (Net)

Loading

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Minim Business Plan, Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Berpotensi Mandek
UNIMEN Perkuat Humas sebagai Benteng Institusi, Hadiri Rakornas Forum Humas PTMA di Yogyakarta
Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin Silaturahmi dan Kunker ke Barito Timur 
Demi Anak Kucing, Petugas Damkar Pemalang Terjun ke Sumur Sempit
Transformasi Komunikasi Publik Lapas Cipinang melalui PRIMA dapat Pengakuan dari Penguji
Ratusan Personel dan Puluhan Alat Berat Dikerahkan, Pemkab Pakpak Bharat Terus Normalisasi Pasca Longsor
Liburan Berujung Maut, Warga Kota Tasikmalaya Tewas Tenggelam di Pantai Pasanggrahan Cipatujah
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Jawa Barat 4 Desember 2025

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 20:10 WIB

Minim Business Plan, Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Berpotensi Mandek

Jumat, 5 Desember 2025 - 19:54 WIB

UNIMEN Perkuat Humas sebagai Benteng Institusi, Hadiri Rakornas Forum Humas PTMA di Yogyakarta

Kamis, 4 Desember 2025 - 23:00 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin Silaturahmi dan Kunker ke Barito Timur 

Kamis, 4 Desember 2025 - 21:52 WIB

Demi Anak Kucing, Petugas Damkar Pemalang Terjun ke Sumur Sempit

Kamis, 4 Desember 2025 - 21:43 WIB

Transformasi Komunikasi Publik Lapas Cipinang melalui PRIMA dapat Pengakuan dari Penguji

Berita Terbaru

Berita terbaru

Demi Anak Kucing, Petugas Damkar Pemalang Terjun ke Sumur Sempit

Kamis, 4 Des 2025 - 21:52 WIB