Tercatat 631 Kasus, Bupati Ciamis Tanggapi Maraknya HIV/AIDS

Senin, 5 September 2022 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ciamis, MNP – Maraknya kasus HIV/AIDS akhir – akhir ini turut menjadi perhatian semua pihak dan menjadi kehawatiran bagi masyarakat termasuk di Kabupaten Ciamis.

Di kabupaten Ciamis sendiri, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan dari tahun 2000 sampai 2022 ini tercatat jumlah kumulatif kasus HIV terdapat sebanyak 631 orang.

Menanggapi hal itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan bahwa penanggulangan HIV dan AIDS menjadi tugas semua pihak tidak cukup hanya oleh pemerintah daerah saja.

“HIV/AIDS ini bukan kasus baru, tentu dalam penanganannya harus melibatkan semua pihak, para stakeholder, tokoh agama serta tokoh masyarakat,” jelas Bupati Ciamis dalam Rakor tingkat Kabupaten pada Senin (05/09) di Aula Setda.

Termasuk salah satunya bekerjasama dengan pihak Kementerian Agama dengan memeriksa para Calon Pengantin agar dapat terdeteksi secara dini.

Bupati Ciamis menuturkan Pemerintah Daerah telah melaksanakan beberapa langkah dalam menyikapi kasus HIV / AIDS di Kabupaten Ciamis.

Bupati melanjutkan langkah pertama yang dilakukan adalah meniadakan atau mencegah munculnya kasus baru.

“Salah satu caranya yaitu dengan melibatkan semua masyarakat untuk sosialisasi dan diberikan pemahaman tentang bahaya nya penyakit HIV/AIDS ini,” ucapnya.

“Yang paling gampang menular adalah perilaku seks bebas, LGBT termasuk dalam menggunakan jarum suntik bekas secara berulang,” imbuhnya.

Selanjutnya langkah yang kedua adalah mencegah jatuhnya korban atau kematian akibat penyakit tersebut.

“Pemeriksan dan pengobatan yang rutin menjadi salah satu upayanya, apalagi Aids ini lebih banyak terkena pada usia produktif,” terangnya.

Kemudian langkah yang terakhir adalah menghilangkan stigma diskriminasi di masyarakat terhadap para penderita HIV/AIDS.

“Kebanyakan penderita ini tidak berani terbuka karena stigma negatif masyarakat yang dianggap berat, sehingga mereka tidak berani mengungkapkan penyakitnya,” ungkap Bupati.

Terakhir Bupati Herdiat meminta kepada petugas keamanan dalam hal ini Satpol PP untuk memantau terus tiap titik dan sudut kota yang dipandang berpotensi memicu penyebaran penyakit tersebut. (Wk)

PROKOPIM CIAMIS

Loading

Berita Terkait

Unsa Makassar Go Nasional: Arif Maulana Jadi Pemakalah Konferensi Hukum Tata Negara IX
Merek Koperasi Diduga Topeng Lintah Darat, DPRD Kota Tasikmalaya Minta Usut Tuntas
Kapal Virgo Tenggelam: 11 Warga Garut Selamat, Bupati Abdusy Syakur Bergerak Bantu Penanganan
Siap-Siap Menyambut Kereta Api Lokal Tasikmalaya, KAMMI Dorong Integrasi Transportasi Priangan Timur
Kapolres Garut Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat, Tekankan Kinerja dan Integritas
Bupati Jeneponto Hadiri Coffee Morning, Perkuat Koordinasi Perangkat Daerah
Diduga Salah Sasaran, Penyaluran Bantuan Becak Listrik di Kota Tasikmalaya Mulai Menuai Polemik
Remaja 19 Tahun Warga Sumedang Dilaporkan Hilang! Ini Ciri-Cirinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 20:57 WIB

Unsa Makassar Go Nasional: Arif Maulana Jadi Pemakalah Konferensi Hukum Tata Negara IX

Senin, 14 September 2026 - 19:37 WIB

Merek Koperasi Diduga Topeng Lintah Darat, DPRD Kota Tasikmalaya Minta Usut Tuntas

Senin, 14 September 2026 - 16:43 WIB

Kapal Virgo Tenggelam: 11 Warga Garut Selamat, Bupati Abdusy Syakur Bergerak Bantu Penanganan

Senin, 14 September 2026 - 16:26 WIB

Siap-Siap Menyambut Kereta Api Lokal Tasikmalaya, KAMMI Dorong Integrasi Transportasi Priangan Timur

Senin, 14 September 2026 - 12:51 WIB

Kapolres Garut Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat, Tekankan Kinerja dan Integritas

Berita Terbaru