Tasikmalaya, MNP – Muhammad Alfa Hidayat siswa asal SMPN 1 Kota Tasikmalaya akhirnya memilih mengundurkan diri dari calon peserta didik baru di SMAN 4 kota Tasikmalaya
Pasalnya sekolah tersebut bukan pilihannya untuk melanjutkan pendidikan, padahal hasil pendaftaran secara online yang bersangkutan dinyatakan telah di terima di SMAN 4
Menurut cerita Muhammad Alfa, dirinya telah lama ingin melanjutkan sekolahnya di SMAN 5 kota Tasikmalaya, akan tetapi oleh pihak SMPN 1 justru mendaftarkannya ke SMAN 4.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya mah hayang sakola na oge (saya ingin sekolahnya juga, red) di SMA 5, tapi kenapa dipaksakan harus di SMAN 4,” ungkap Muhammad Alfa penuh kecewa, Senin (03/07/2023).
Dengan rasa kecewa, akhirnya dia mencoba mengikuti pendaftaran secara online di SMAN 5 dengan katagori jalur zonasi.
Akan tetapi dengan pendaftaran itu justru kedua orang tua siswa menjadi bimbang dan khawatir karena mereka berdomisili relatif jauh dari lokasi SMAN 5 kota Tasikmalaya.
Menanggapi permasalahan ini, Ketua umum DPP Garuda Pusaka Nusantara (Gapura) Tatang Sutarman berpandangan bahwa sistim prestasi dan Zonasi itu tidaklah lebih baik dan efektif ataupun efesien untuk mendapatkan calon siswa lebih baik.
“Justru sebaliknya kemungkinan besar sistim itu sarat akan manipulasi dan negosiasi kepentingan,” cetus Tatang Toke sapaan akrabnya.
Dirinya menyebutkan, pihaknya tahu bahwa siswa siswi yang diterima itu tidak semuanya murni berprestasi dan masuk pada wilayah zonasi.
“Bahkan ada indikasi setiap tahunnya ada saja para pejabat dan pihak lain yang bermain mata dengan pihak sekolah untuk menitipkan calon siswanya,” sebut Tatang Toke.
Pihaknyacuriga, penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kota Tasikmalaya sarat dengan sogokan atau suap. Gapura juga menduga pihak sekolah banyak yang menerima murid titipan untuk meluluskan seorang siswa.
“Kami minta pihak berwajib menyelidiki dugaan titip menitip murid pada PPDB di Kota Tasikmalaya,” pungkas Tatang. (SN)
![]()










Tinggalkan Balasan