Guru Diminta Perkuat Literasi dan Numerasi di Era Digital
TASIKMALAYA, MNP — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Wandi Herpiandi, S.Pd., M.Si., melakukan pembinaan kepada para guru di SMP Negeri 2 Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di aula SMP Negeri 2 Kadipaten tersebut turut didampingi Kasi Gugun Gunawan, S.Pd., M.Pd., dan diikuti oleh seluruh guru di lingkungan sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Wandi menegaskan bahwa pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan proses pembelajaran berjalan dengan baik.
Terlebih, dirinya telah mendapatkan amanah sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya selama lebih dari tujuh bulan.
“Karena kami diberi amanah, salah satunya adalah memastikan proses pembelajaran berjalan dengan baik. Sarana dan prasarana bagus, buku tersedia, tetapi kalau tidak digunakan dalam proses pembelajaran, tentu tidak akan memberikan manfaat maksimal,” tegas Wandi.
Menurutnya, proses pembelajaran harus benar-benar memiliki tujuan dalam mengembangkan potensi peserta didik.
Guru tidak hanya dituntut menyampaikan materi, tetapi juga harus mampu membangun kemampuan, karakter, serta kesiapan siswa menghadapi perkembangan zaman.
Di tambahkannya Wandi juga memberikan apresiasi kepada pihak sekolah dan para guru yang selama ini mampu menjaga kondusivitas lingkungan pendidikan.
Ia menilai, di tengah era digitalisasi, dunia pendidikan harus mampu beradaptasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif.
“Era digitalisasi harus kita kembangkan. Literasi dan numerasi harus diperkuat, sekaligus membangun karakter anak didik,” ujarnya.
Selain pembelajaran, Wandi turut menyoroti pentingnya edukasi mengenai kebersihan lingkungan, termasuk persoalan sampah.
Menurutnya, pembiasaan menjaga kebersihan harus ditanamkan kepada siswa sebagai bagian dari pendidikan karakter.
Ia berharap guru dapat menjadi contoh sekaligus memberikan edukasi kepada peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Terkait berbagai isu yang berkembang dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, Wandi menegaskan agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara bersama-sama melalui komunikasi yang baik dan sikap tegas.
“Kalau ada isu-isu yang tidak jelas, kita selesaikan bersama-sama dengan tegas dan melalui komunikasi yang baik,” pungkasnya.
Pembinaan tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen seluruh tenaga pendidik SMP Negeri 2 Kadipaten dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat literasi dan numerasi, serta membentuk karakter peserta didik yang mampu menghadapi tantangan era digital.
![]()










Tinggalkan Balasan