Jeritan Emak-emak Saat Harga Pangan Melambung Jelang Lebaran

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG, MNP – Emak-emak menjerit harga pangan melambung jelang Lebaran, Harga beras jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

Begitu pun harga pangan lain seperti minyak goreng, gula, cabai sayur mayur lainnya serta segala macam bumbu dapur menjadi mahal.

Hal ini dirasakan Salamah ( 40 ) Seorang ibu rumah tangga warga kelurahan Bojongbata, kecamatan Pemalang kota

Salamah mengeluhkan naiknya harga kebu­tuhan pokok jelang Lebaran sangat dirasakan oleh dirinya yang hanya istri seorang Sopir Angkot

“Sekarang bawa uang Rp 50 ribu ke pasar cuma bisa beli beras seliter, cabe secomot sama lauk (ikan atau ayam) buat sehari. Nggak bisa nyetok, kita pusing ngatur uangnya,” kata Salamah, saat ditemui di pasar Bojongbata, Selasa (3/3).

Dari pantauan langsung media, selain harga yang melam­bung, komoditas minyak kemasan kita juga mengalami kekosongan stok di beberapa lapak pedagang dan agen toko sembako.

Juwariyah (40) salah satu pemilik lapak sembako di pasar Bojongbata,di area Kota Pemalang mengaku, sudah hampir 2 bukan sejak awal tahun ini, minyak goreng kemasan kita tidak masuk distribusinya ke para pedagang di pasar tersebut,

“Minyak goreng kemasan merk kita kosong. Hampir dua bulan lebih nggak masuk ke pasar,” Keluh Juwariyah.

Dirinya menambahkan, beberapa jenis sembako yang mengalami kenaikan antara lain, Telor Rp. 32 ribu dari harga Rp. 28 ribu, minyak goreng Rp.21 ribu dari harga semula Rp.20 ribu untuk beras Rp.16 ribu dari harga semula Rp.15 ribu.

“Yang paling signifikan naiknya itu gula pasir sekarang Rp 18 ribu perkilogram dari harga Rp.15 ribu, kenaikan harga seminggu sebelum puasa sampai lebaran biasanya,” tutupnya.

Terpisah, Untuk antisipasi melonjaknya harga kebutuhan pokok di wilayah perkotaan Pemalang, Forkopimcam Pemalang belum ada tanggapan, Camar Pemalang Prasetyo saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, belum memberikan jawaban.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Dede S.IP Apresiasi Seminar Merajut Nusantara, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi
Selamatkan Petani dari Ancaman El Nino, Pemkab Enrekang Gandeng Jasindo, 1.590 Ha Padi-Jagung Dijamin Anti Gagal
Sohibul Iman Soroti Ancaman Konten Instan di Era Digital: Medsos Harus Mencerdaskan, Bukan Melumpuhkan Daya Kritis
Lumiland Dadaha, Suguhkan 5 Juta Lampu, Potensi Jadi PAD Kota Tasikmalaya
Daya Tarik Festival Lumiland Dadaha Potensi Penyumbang PAD Kota Tasikmalaya
Kepala SMPN 1 Petarukan: Pramuka Bukan Sekadar Ekskul, Tapi Pembentuk Karakter
H. Rana Nur Alamsyah: Fun Bike TOF 2026 Bukan Sekadar Gowes, Momentum Pererat Silaturahmi Warga
Elis Lisnawati: Pelaku Budaya Jangan Hanya Dibutuhkan, Pemerintah Harus Hargai dan Didukung Merata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Dede S.IP Apresiasi Seminar Merajut Nusantara, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Selamatkan Petani dari Ancaman El Nino, Pemkab Enrekang Gandeng Jasindo, 1.590 Ha Padi-Jagung Dijamin Anti Gagal

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Sohibul Iman Soroti Ancaman Konten Instan di Era Digital: Medsos Harus Mencerdaskan, Bukan Melumpuhkan Daya Kritis

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Lumiland Dadaha, Suguhkan 5 Juta Lampu, Potensi Jadi PAD Kota Tasikmalaya

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Daya Tarik Festival Lumiland Dadaha Potensi Penyumbang PAD Kota Tasikmalaya

Berita Terbaru