Tasikmalaya, MNP.com – Permainan lato-lato yang booming direspon DPD Golkar Kota Tasikmalaya, dengan menggelar lomba berhadiah Rp satu juta yang disambut antusias anak anak, Sabtu (8/2/2022).
Menjelang tahun politik 2024, kehadiran lato-lato dianggap membawa pesan yang filosofis dengan peserta dari berbagai kalangan SD dan SMP.
Sekretaris DPD Golkar Kota Tasikmalaya, Eries Hermawan mengatakan, menjelang tahun politik dan fenomena demam lato-lato, itu memberi makna bagi partainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi cukup lato-lato yang dibentur-benturkan, diadu-adukan. Tapi, masyarakat jangan sampai dibentur-benturkan untuk kepentingan politik,” ucapnya.
Pihaknya berasumsi, demam lato-lato menjelang tahun Pemilu dianggap menjadi “kila-kila” atau pertanda kerawanan masyarakat akan dibentur-benturkan.
“Tapi justru kita harus sebaliknya, mengambil makna positif maka lato-lato saja yang dibentur-benturkan. Persaingan dan pertarungan politik tetap harus menjaga keharmonisan di masyarakat,” ungkap Eris.
Terlihat, antusiasme tinggi dari sekitar 100 anak-anak di sekitar kantor DPD Golkar Kota Tasikmalaya. Anak-anak ini beradu ketangkasan dan durasi dalam memainkan 2 bandul lato-lato.
Siapa yang memainkan paling lama, dia menjadi pemenangnya maka seketika kantor DPD Golkar Kota Tasikmalaya pun menjadi riuh oleh suara lato-lato.
“Ya, karena ini akhir pekan terakhir liburan sekolah, kami ingin memberikan hiburan bagi anak-anak di lingkungan kantor DPD, kami sediakan hadiah juga. Tapi tak disangka antusiasme anak-anak ini begitu tinggi,” kata Eris.
Dirinya mengakui, lato-lato merupakan mainan yang bisa menjadi bahan edukasi bagi anak-anak. “Mainan ini sarat dengan ilmu fisika, ini kan hukum Newton,di liar negeri disebut Newton Yoyo,” terang Eris.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kota Tasikmalaya, H.Muhammad Yusuf mengatakan, digelarnya lomba ini muncul secara mendadak dari teman-teman, karena mereka tahu bahwa sekarang lagi musim anak-anak bermain lato-lato.
Menurutnya, permainan itu menarik dan ada nilai edukasi dan melatih kesabaran serta ketenangan bagi para peserta
“Lomba ini awalnya hanya di lingkungan dekat kantor saja, paling hanya sekitar 60 anak. Namun, ternyata sampai sekarang lebih dari 100 peserta yang daftar itu,” ungkap eks Walikota Tasikmalaya tersebut.
Yusuf menyebut, peserta dari luar kota seperti Garut dan Tangerang juga sempat akan ada yang daftar. Namun, panitia memprioritaskan anak-anak lokal Tasikmalaya untuk mengikuti lomba ini.
“Dari luar kota juga tadi ada dari Tangerang, karena sudah viral di medsos seperti dari Garut sehingga dari luar kota ikutan,” ujarnya.
“Akan tetapi kita tolak karena terlalu jauh disangkanya ini lomba yang cukup menggiurkan bagi mereka mungkin banyak hadiah, kita hanya fokus untuk lingkungan ini saja,” tutup Yusuf. (Lex)
![]()










Tinggalkan Balasan