HUT ke-8 IWO Indonesia, Refleksi Integritas Pers di Tanah Sejarah Karawang

Senin, 9 Februari 2026 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARAWANG, MNP – Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Karawang menggelar Renungan Kebangsaan di Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok, Minggu (8/2/2026) sore.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 IWO Indonesia yang jatuh pada 9 Februari 2026.

Mengusung tema “Pers Merawat Ingatan Bangsa, Jurnalis Menjaga Nurani Demokrasi”, kegiatan ini menegaskan kembali komitmen insan pers untuk berpegang pada integritas, akurasi, dan tanggung jawab dalam menjalankan fungsi jurnalistik.

Acara berlangsung mulai pukul 16.30 WIB hingga 19.00 WIB di kawasan bersejarah Rengasdengklok, yang memiliki makna penting dalam perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua Pelaksana, Dedi MK, mengatakan pemilihan Rengasdengklok bukan tanpa alasan. Tempat tersebut, menurut dia, merupakan simbol keberanian dalam menentukan arah bangsa di masa genting.

“Rengasdengklok mengajarkan keberanian dalam menentukan sikap. Spirit itu relevan dengan tugas pers hari ini, yakni berani menyampaikan kebenaran di tengah berbagai tekanan,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan pengumpulan peserta di Sekretariat IWOI Jasmine pukul 14.30 WIB untuk registrasi dan pengarahan. Peserta kemudian bertolak konvoi menuju lokasi pada pukul 16.00 WIB.

Acara resmi dibuka pukul 16.45 WIB, dilanjutkan pembacaan doa serta refleksi sejarah Rengasdengklok dan pemaknaan peran pers dalam demokrasi.

Momentum renungan dipusatkan pada doa bersama dan refleksi HUT ke-8 IWO Indonesia sebagai bentuk introspeksi moral insan pers. Kegiatan ditutup dengan dokumentasi dan silaturahmi bersama pengurus pusat dan daerah.

Ketua IWO Indonesia DPD Karawang, Syuhada Wisastra, Amd., CHRM. menegaskan bahwa HPN dan HUT ke-8 harus menjadi titik penguatan soliditas organisasi.

“Jurnalis IWO Indonesia harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kebenaran. Delapan tahun IWO Indonesia berdiri di negeri ini, dan tiga tahun berkembang di Karawang. Jangan pernah lelah belajar, jangan takut bersuara, dan jangan tergoda meninggalkan integritas demi kepentingan sesaat,” kata Syuhada.

Ia mengungkapkan, perjalanan organisasi di Karawang bukan hal mudah. Selama 25 tahun dirinya berkarier di dunia industri sebelum memutuskan hijrah dan membangun organisasi pers.

“Saya tiga tahun terakhir belajar membangun IWO Indonesia di Karawang. Alhamdulillah, kini anggota mencapai sekitar 65 orang, dan lebih dari 50 hadir dalam kegiatan ini. Kekompakan adalah kunci,” ujarnya.

Syuhada juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan digelar tanpa pungutan biaya dari anggota.

“Sebagai laporan kepada Ketua Umum, kegiatan ini tidak ada pungutan apa pun. Semua kebutuhan ditanggung panitia,” katanya.

Kedepan, IWOI Karawang menargetkan pelaksanaan uji kompetensi jurnalis bekerja sama dengan BNSP serta verifikasi Dewan Pers pada 2027.

“Kecepatan bukan alasan mengabaikan akurasi. Popularitas bukan tujuan utama. Tugas kita menghadirkan informasi yang mencerahkan dan membangun kepercayaan publik,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum IWO Indonesia, Dr. NR Icang Rahardian, SH. S.AK., MH., M.Pd. menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia jurnalis.

“Jangan hanya pakaiannya yang keren, tapi ilmunya kosong. SDM harus ditingkatkan agar wartawan benar-benar diperhitungkan,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa pada 2026 IWO Indonesia tidak menggelar perayaan skala nasional sebagai bentuk empati atas berbagai musibah di sejumlah daerah di Indonesia. Namun, pada 2027 organisasi akan menyiapkan agenda nasional yang lebih besar dan bermakna.

Menurut Icang, Rengasdengklok memiliki makna filosofis bagi perjalanan organisasi. Ia mengibaratkan fase awal IWO Indonesia seperti perjuangan bangsa yang berawal dari titik-titik genting sejarah.

“IWO Indonesia berdiri pada 2018. Pergerakan awalnya tidak mudah. Namun setelah Karawang diberi mandat, organisasi justru berkembang. Ini bukan kebetulan. Karawang memiliki nilai sejarah perjuangan,” katanya.

Ia juga menegaskan prinsip dasar organisasi, yakni zero payment. Sejak awal berdiri, IWO Indonesia tidak membebani anggota dengan iuran untuk kartu anggota, atribut, maupun kegiatan organisasi.

“Organisasi ini dibangun tanpa membebani anggota. Prinsip itu harus dijaga agar IWO Indonesia tetap independen dan bermartabat,” ujarnya.

Selain itu, Icang meminta seluruh jajaran daerah memperkuat koordinasi hingga tingkat desa dan kecamatan, termasuk dalam mengawal program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis.

Ia mendorong anggota IWO Indonesia aktif melakukan pengawasan dan pemberitaan secara profesional demi kepentingan publik.

Dalam naskah renungan yang dibacakan, ditegaskan bahwa pers tidak sekadar mencatat peristiwa, melainkan menjaga ingatan kolektif bangsa.

Di tengah derasnya arus informasi digital, jurnalis diingatkan untuk tidak mengorbankan akurasi demi kecepatan serta tidak menukar integritas dengan popularitas.

Delapan tahun perjalanan IWO Indonesia disebut bukan semata perayaan usia, melainkan momentum memperkuat tanggung jawab moral jurnalis online agar lebih profesional, beretika, dan berpihak pada kepentingan publik.

Dari Rengasdengklok, insan pers diingatkan kembali bahwa kebebasan pers harus selalu diiringi tanggung jawab. Menulis dengan akal sehat, bekerja dengan hati nurani, serta menjaga marwah profesi menjadi fondasi demokrasi yang sehat.

Loading

Penulis : Wawan Uje

Editor : Redi Setiawan

Sumber Berita : Humas DPD IWOI Karawang

Berita Terkait

Bupati Bogor Tinjau Ratusan Siswa SMPN 1 dan 2 Dramaga Diduga Keracunan MBG
Pembangunan Drainase Sukamenak Rampung Sesuai Spesifikasi, Warga Sambut Lingkungan Lebih Nyaman
Kejutan Hari Sumpah Pemuda di Tasikmalaya, Ratusan Mahasiswa Demo, Gerbang DPRD Roboh
Semarak Mangkubumi Fest 2026: Sambut HUT ke-25 Kota Tasikmalaya Lewat Jalan Santai Bersedekah dan Sholawat
Ketum SWI Resmi Buka UKW Zona Kalsel: Cetak Jurnalis Kompeten Sesuai Standar Dewan Pers
IGORNAS Cup Kota Tasikmalaya Resmi Dibuka, Jaring Bibit Atlet SD
Polisi Ungkap Penyalahgunaan Solar Subsidi 8.400 Liter di Katibung
Polsek Patangkep Tutui Selidiki Temuan Mayat Perempuan Lansia dengan Luka Bakar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Bupati Bogor Tinjau Ratusan Siswa SMPN 1 dan 2 Dramaga Diduga Keracunan MBG

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Pembangunan Drainase Sukamenak Rampung Sesuai Spesifikasi, Warga Sambut Lingkungan Lebih Nyaman

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Kejutan Hari Sumpah Pemuda di Tasikmalaya, Ratusan Mahasiswa Demo, Gerbang DPRD Roboh

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Semarak Mangkubumi Fest 2026: Sambut HUT ke-25 Kota Tasikmalaya Lewat Jalan Santai Bersedekah dan Sholawat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Ketum SWI Resmi Buka UKW Zona Kalsel: Cetak Jurnalis Kompeten Sesuai Standar Dewan Pers

Berita Terbaru