Tasikmalaya, MNP – Wakil Walikota Kota Tasikmalaya Dicky Chandra Negara menghadiri Latihan Gabungan (Latgab) dan Halal Bihalal (Halbil) Tarung Derajat (TD) se-Tasikmalaya Raya.
Kegiatan yang dihadiri ratusan anggota TD, alumni TD ini berlangsung di Kawah Narayana Minggu 13 April 2025.
Latgab dan Halbil yang diikuti ratusan anggota dimulai pukul delapan pagi berlangsung lancar dan penuh khidmat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kehadirannya, Dicky berbagi sedikit pengalamannya sebagai background artis dan pernah viral dengan pengundurannya sebagai Wabup Garut dan hingga aktivitas sekarang sebagai Wawalkot Tasik.
Sebagai artis yang cenderung kehidupan glamor dan berlimpah dengan kekayaan tidak menjadikan adigung (sombong) apalagi dengan jabatan yang di emban, ini yang menjadikan pelajaran bagi dicky kedekatannya dengan Ki Ghanna
Dicky mengambil pelajaran dari Ki Ghanna untuk tidak menjadikan kesombongan dan menjaga kesabarannya walaupun sedang didzolimi.
Ini dialaminya ketika dulu menjabat dapat bulian bahwa dirinya bencong dan penakut, dan dengan celotehannya Dicky.
“Memang saya Penakut, takut anggaran, bodoh ga tau cara korupsi yang halal,” cetus Dicky.
Pada bulan Maret dengar Koperasi Desa (Kopdes) ramai, kota Tasikmalaya sala satu daerah yang tidak dapat, tapi Pemkot datang ke Jakarta untuk bertemu dengan Kementrian.
Dalam pertemuan itu, dijelaskan sejarah, bahwa Kementerian mengambil pada tanggal 12 Juli 2025 itu dari kongres pertama Koperasi pada tanggal 12 Juli 1947 dan tugu Koperasi ada di Kota Tasikmalaya.
“Sehingga Kementerian menyadarinya, munculah empat hari yang lalu ada imbel yang akhirnya kelurahan juga dapet,” jelas Dicky.
Dia juga berusaha menyelesaikan genangan air akibat sampah dan terhubung dengan Cipta Karya Pusat. Bahkan sudah beberapa hal yang sudah dikerjakannya, bukan dalam rangka pingin dipuji, tapi hasil yang mejadikan target.
“Saya sampaikan ini, karena kita harus percaya, ketika kita berlatih menjadi kuat, ketika bisa menjadi pelindung antar sesama dan bisa ikut program penyelamatan kota lakukan karena Allah bukan berharap pupujieun, karena kebanyakan yang celaka itu karena pupujieun,” tegasnya.
Dicky mengajak kesemuanya, mudah-mudahan apa yang sudah dikerjakan tiga puluh hari di bulan ramadhan kemarin membentuk pribadi kuat.
“Tidak menjadi angkuh, sombong, tidak lantas menjadi pembuli, perusak, tapi menjadi pelindung sesama,” pungkas Dicky.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan