ASN Kota Tasikmalaya Gigit Jari, Hak THR ‘Tersandera’ Alasan Stabilitas Anggaran

Selasa, 17 Maret 2026 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


TASIKMALAYA, MNP – Kebijakan Wali Kota Tasikmalaya yang menunda pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya menjadi perhatian berbagai kalangan.

Penundaan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, baik dari pegawai pemerintah, masyarakat, hingga pengamat kebijakan publik yang menilai keputusan tersebut memiliki dampak langsung terhadap kondisi ekonomi para penerima.

THR merupakan hak yang biasanya diterima oleh aparatur sipil negara (ASN), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), serta unsur pejabat daerah menjelang Hari Raya Idul fitri.

Dana tersebut umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan menjelang hari besar keagamaan, mulai dari kebutuhan rumah tangga, persiapan mudik, hingga membantu perputaran ekonomi masyarakat melalui aktivitas belanja.

Namun pada tahun ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya mengambil kebijakan untuk menunda pencairan THR dengan sejumlah pertimbangan yang berkaitan dengan kondisi keuangan daerah.

Pemerintah daerah disebut tengah melakukan penyesuaian terhadap anggaran agar berbagai program prioritas tetap dapat berjalan tanpa mengganggu stabilitas keuangan daerah.

Sejumlah sumber di lingkungan pemerintahan menyebutkan bahwa kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran daerah.

Pemerintah berupaya memastikan bahwa seluruh kewajiban daerah, termasuk pembayaran berbagai program pembangunan dan pelayanan publik, dapat tetap berjalan dengan baik.
Meski demikian, kebijakan penundaan THR ini menuai beragam tanggapan dari para pegawai.

Sebagian di antaranya mengaku memahami kondisi keuangan daerah yang menjadi alasan pemerintah mengambil langkah tersebut.

Namun tidak sedikit pula yang berharap agar pencairan THR dapat segera dilakukan mengingat kebutuhan menjelang Hari Raya biasanya meningkat.

Selain dari kalangan pegawai, perhatian juga datang dari masyarakat yang menilai bahwa kebijakan tersebut berpotensi mempengaruhi daya beli.

THR yang biasanya dibelanjakan di pasar, pusat perbelanjaan, maupun sektor usaha kecil dinilai dapat membantu meningkatkan perputaran ekonomi lokal, terutama menjelang momen Lebaran.

Pengamat kebijakan publik menilai bahwa pemerintah daerah perlu memberikan penjelasan yang transparan terkait alasan penundaan tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Komunikasi yang jelas dinilai penting agar publik memahami kondisi keuangan daerah serta langkah yang sedang diambil oleh pemerintah.

Di sisi lain, pemerintah daerah diharapkan dapat segera memastikan waktu pencairan THR setelah kondisi anggaran dinilai memungkinkan. Hal ini agar hak para pegawai tetap dapat diterima dan kebutuhan menjelang hari raya dapat terpenuhi.

Hingga saat ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai waktu pasti pencairan THR tersebut.

Namun sejumlah pihak berharap agar keputusan tersebut dapat segera menemukan solusi yang terbaik bagi semua pihak, baik bagi pegawai pemerintah maupun bagi stabilitas keuangan daerah.

Kebijakan ini pun menjadi perbincangan di berbagai kalangan, mengingat THR bukan hanya sekadar tunjangan tahunan, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Loading

Penulis : Soni

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Batalyon D Pelopor Apresiasi Dukungan CV Anugerah Cipta Berkah
Pemberdayaan Masyarakat Bantarsari, Dorong Budidaya Lele Berkualitas dan Bernilai Ekonomi
17 Tahun Tak Kunjung Tuntas, Sengketa Lahan Keluarga Nertian Lenda dan PT MUTU Kembali Memanas
WBP Tak Perlu Repot Berobat Ke Luar, Rutan Kelas 1 Jakpus Pindahkan Faskes Bersama BPJS
Tanpa Ampun! Satpol PP Tertibkan Pengemis di Kawasan Masjid Agung dan Alun-alun Pemalang 
Bunga Tabebuya Dikepung Kabel Semrawut: Pemkab Pemalang Siapkan Gunting Potong Massal
Perkuat Tata Kelola Kampus Zakat, ITF Ar-Raniry Sambut Tim Visitasi Kemenag
Setahun Menjabat, Kepala BPR Malangbong Dorong Nasabah Patuhi Prosedur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 19:38 WIB

Batalyon D Pelopor Apresiasi Dukungan CV Anugerah Cipta Berkah

Jumat, 25 September 2026 - 19:33 WIB

Pemberdayaan Masyarakat Bantarsari, Dorong Budidaya Lele Berkualitas dan Bernilai Ekonomi

Jumat, 25 September 2026 - 19:22 WIB

17 Tahun Tak Kunjung Tuntas, Sengketa Lahan Keluarga Nertian Lenda dan PT MUTU Kembali Memanas

Jumat, 25 September 2026 - 15:36 WIB

WBP Tak Perlu Repot Berobat Ke Luar, Rutan Kelas 1 Jakpus Pindahkan Faskes Bersama BPJS

Jumat, 25 September 2026 - 15:23 WIB

Tanpa Ampun! Satpol PP Tertibkan Pengemis di Kawasan Masjid Agung dan Alun-alun Pemalang 

Berita Terbaru

Berita terbaru

Batalyon D Pelopor Apresiasi Dukungan CV Anugerah Cipta Berkah

Jumat, 25 Sep 2026 - 19:38 WIB