Tegas! Bupati Yusuf Ritangnga sebut Pancasila Bukan Sekadar Sejarah, Tapi Perekat Bangsa

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Yusuf Ritangnga jadi Irup Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Bupati Yusuf Ritangnga jadi Irup Upacara Hari Kesaktian Pancasila

ENREKANG, MNP –Suasana khidmat, penuh nasionalisme dan rasa cinta tanah air menyelimuti halaman Kantor Bupati Enrekang, Kamis (1/10/2026).

Bupati Enrekang, Muh. Yusuf Ritangnga, tampil dengan wibawa penuh sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Kabupaten Enrekang.

Upacara sakral yang digelar setiap tanggal 1 Oktober ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan sebuah momentum bersejarah untuk mengenang gugurnya para pahlawan revolusi akibat kekejaman G30S/PKI.

Upacara ini juga sekaligus meneguhkan kembali komitmen seluruh anak bangsa bahwa Pancasila adalah harga mati sebagai ideologi, dasar negara, dan sumber dari segala sumber hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2026 ini mengusung tema nasional yang sangat kuat dan relevan dengan kondisi bangsa saat ini, yakni “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Tema ini menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi, dan potensi perpecahan akibat isu SARA dan hoaks, hanya Pancasila yang mampu menjadi benteng terakhir dan perekat yang menyatukan 280 juta jiwa rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Seluruh peserta upacara yang terdiri dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Enrekang, para pimpinan OPD, ASN, TNI, Polri, dan staf lingkup Pemkab Enrekang tampak mengikuti upacara dengan penuh penghayatan.

Kepada wartawan usai pelaksanaan upacara, Bupati Yusuf Ritangnga menyampaikan pesan kebangsaan yang sangat mendalam dan menyentuh.

Menurutnya, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak boleh dimaknai hanya sebagai rutinitas untuk mengenang sejarah kelam masa lalu.

Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi cermin dan pengingat bagi kita semua, terutama bagi generasi muda dan para aparatur negara, untuk terus menjaga, merawat, dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Momentum ini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan perekat persatuan bangsa,” kata Yusuf Ritangnga dengan nada tegas.

Bupati yang dikenal dengan gaya kepemimpinan yang humanis dan merakyat itu juga menambahkan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila harus diterjemahkan dalam bentuk kerja nyata dan pengabdian yang tulus kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila, terutama sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, harus diwujudkan dengan menjadi pelayan masyarakat yang bekerja dengan ketulusan, kerja keras, dan penuh tanggung jawab.

Peringatan ini juga menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat, memperkuat tekad, dan semakin menguatkan pengabdian kepada masyarakat.

“Karena menjadi pelayan masyarakat adalah amanah yang harus dijalankan dengan ketulusan, kerja keras, dan tanggung jawab,” ujarnya, memberikan motivasi kepada seluruh ASN di lingkup Pemkab Enrekang.

Rangkaian upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Enrekang tidak hanya berhenti pada upacara bendera saja, namun ditutup dengan atraksi yang membanggakan dan memeriahkan suasana.

Usai upacara, para tamu undangan dan peserta disuguhi atraksi memukau dari Polisi Cilik (Pocil) binaan Polres Enrekang.

Dengan gerakan baris-berbaris yang lincah, kompak, dan penuh disiplin, aksi Pocil Enrekang berhasil mencuri perhatian dan mendapatkan tepuk tangan meriah dari Bupati dan seluruh Forkopimda.

Atraksi ini menjadi simbol bahwa semangat cinta Pancasila dan kedisiplinan harus sudah ditanamkan sejak usia dini, sebagai generasi penerus yang akan menjaga keutuhan NKRI di masa depan.

Loading

Penulis : Rahmat Lamada

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bupati Pakpak Bharat Buka TMMD ke-130, Ratusan TNI Dikerahkan Buka Akses Jalan Desa Sibongkaras
Tembus Luwu Timur, Pemkab Enrekang Teken Kerjasama Strategis Pasokan Pangan di PT Vale Sorowako
Coreng Pelayanan Perbankan? Oknum Kaunit BRI Unsil Tasikmalaya Diduga Merendahkan Nasabah
Arahkan Hak Jawab ke Pihak Lain, SMAS Pasundan 1 Tasikmalaya Belum Jawab Isu Jual Beli Proyek Revitalisasi
Modal Jaket Ojol dan 11 Kunci Pintu, Spesialis Pencuri Rumah Kosong Dicokok Polres Garut
Bupati Jeneponto Buka Pelatihan Vokasi Nasional Batch V Tahun 2026
Laris Manis Diserap Mitra, Produksi Telur Ayam Lapas Kendal Bakal Diekspansi
Gerak Cepat, Pemkab Enrekang Bersama Baznas dan Bank Sulselbar Optimalkan Zakat ASN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Bupati Pakpak Bharat Buka TMMD ke-130, Ratusan TNI Dikerahkan Buka Akses Jalan Desa Sibongkaras

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Tembus Luwu Timur, Pemkab Enrekang Teken Kerjasama Strategis Pasokan Pangan di PT Vale Sorowako

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Tegas! Bupati Yusuf Ritangnga sebut Pancasila Bukan Sekadar Sejarah, Tapi Perekat Bangsa

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Coreng Pelayanan Perbankan? Oknum Kaunit BRI Unsil Tasikmalaya Diduga Merendahkan Nasabah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Arahkan Hak Jawab ke Pihak Lain, SMAS Pasundan 1 Tasikmalaya Belum Jawab Isu Jual Beli Proyek Revitalisasi

Berita Terbaru