TASIKMALAYA, MNP – Media sosial secara produktif dinilai menjadi salah satu peluang strategis untuk memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus meningkatkan kecakapan masyarakat dalam menghadapi risiko di ruang digital.
Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan literasi digital, kesadaran menjaga data pribadi, serta perilaku bermedia sosial yang bijak dan bertanggung jawab.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Dede S.IP , saat mengapresiasi penyelenggaraan Seminar Merajut Nusantara bertema “Media Sosial untuk Hal Positif: Berkarya, Berbisnis, dan Berkolaborasi dengan Aman” di Hotel Cordela Tasikmalaya, Senin (12/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dede menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada H. Mohamad Sohibul Iman, Anggota Komisi I DPR RI, atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia juga mengapresiasi dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta BAKTI Komdigi, termasuk kehadiran Dr. Ir. Irawati Tjipto Priyanti, M.T., Direktur Penyidikan Digital, dan Yudi Baretto, konten kreator sekaligus food vlogger.
Menurut Dede, seminar tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Media sosial tidak semestinya hanya dipandang sebagai sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga perlu dimanfaatkan sebagai ruang berkarya, mengembangkan usaha, memperluas jaringan pemasaran, hingga menciptakan peluang ekonomi baru.
“Sebagai anggota DPRD Kota Tasikmalaya yang merupakan bagian dari unsur penyelenggara pemerintahan daerah, saya mengapresiasi kegiatan yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masyarakat perlu memiliki kemampuan digital agar dapat memanfaatkan teknologi secara produktif, bijak, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Dede menegaskan, kemampuan memanfaatkan teknologi digital harus berjalan beriringan dengan pemahaman mengenai keamanan siber.
Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya mampu menggunakan berbagai platform digital, tetapi juga harus memahami risiko yang dapat muncul akibat kelalaian dalam menjaga informasi pribadi.
Ia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap penipuan daring, pencurian identitas, tautan mencurigakan, serta berbagai modus kejahatan yang memanfaatkan kelengahan pengguna media sosial.
Langkah sederhana, seperti menjaga kerahasiaan kata sandi dan kode OTP, mengaktifkan verifikasi dua langkah, serta memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, perlu menjadi kebiasaan dalam aktivitas digital sehari-hari.
“Jangan sampai kita produktif di media sosial, tetapi lengah dalam menjaga keamanan diri. Jangan sembarangan membagikan data pribadi, jangan mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, dan jangan mudah mengklik tautan yang mencurigakan. Kita harus mampu memanfaatkan teknologi sekaligus melindungi diri dari risikonya,” tambahnya.
Ia menilai, kesadaran tersebut penting agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan digital tanpa mengabaikan aspek keamanan dan tanggung jawab sosial.
Lebih jauh, Dede menyoroti potensi media sosial dalam mendukung pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya.
Melalui pemanfaatan platform digital secara tepat, pelaku usaha lokal memiliki peluang untuk memperkenalkan produk, menjangkau konsumen di luar wilayah pemasaran konvensional, serta membangun hubungan yang lebih luas dengan pelanggan.
Ia juga menilai, pemanfaatan teknologi digital secara produktif sejalan dengan arah pembangunan Kota Tasikmalaya dalam RPJMD 2025–2029, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan daya saing ekonomi daerah.
Hal tersebut juga berkaitan dengan program prioritas Tasik Pelak (Pembiakan Ekonomi Lokal Kewilayahan), yang antara lain mendorong pemberdayaan usaha mikro, pengembangan ekonomi kreatif, investasi, dan penciptaan lapangan kerja.
Dalam konteks itu, literasi digital dinilai perlu diterjemahkan menjadi kemampuan praktis yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Mulai dari membangun identitas usaha, membuat konten promosi yang menarik dan informatif, melayani konsumen secara profesional, hingga menjaga keamanan transaksi digital.
Dede menyebut, media sosial dapat menjadi sarana strategis bagi UMKM untuk memperkenalkan produk, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan daya saing.
“Kita berharap generasi muda tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu menghasilkan karya, membangun usaha, dan menciptakan peluang kerja dengan tetap memperhatikan keamanan digital,” katanya.
Dede juga berharap Seminar Merajut Nusantara tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi sesaat, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital.
Menurutnya, upaya membangun ekosistem digital yang sehat dan produktif membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, legislatif, komunitas, pelaku usaha, serta masyarakat.
Edukasi digital juga perlu menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas agar manfaat perkembangan teknologi tidak hanya dirasakan oleh mereka yang telah memiliki akses dan kemampuan memadai.
“Harapannya, masyarakat semakin cerdas dan aman bermedia sosial, sementara pelaku UMKM semakin berani memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usahanya. Dengan kolaborasi yang baik, ruang digital dapat menjadi sarana untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kota Tasikmalaya,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan