Ketika Sejarah dan Pengabdian Lintas Generasi Menyatu di Hari Juang Polri 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para Mantan Kapolri hingga Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri

Para Mantan Kapolri hingga Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri

JAKARTA, MNP – Ada yang istimewa dari peringatan Hari Juang Polri (HJP) 2026, di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri-Jakarta, Jumat (21/08/2026).

Para mantan Kapolri dan Wakapolri dari masa ke masa berkumpul bersama jajaran pimpinan serta personel Polri untuk mengenang sejarah perjalanan panjang pengabdian Kepolisian di Republik ini.

Upacara yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. tersebut, berlangsung khidmat.

Terasa semakin khidmat serta istimewa, itu karena kehadiran para sesepuh dan senior Polri. Sehingga menjadikannya (peringatan Hari Juang : red) di Mabes Polri tersebut terasa berbeda.

Karena para tokoh yang pernah mengemban satu amanah memimpin, pada Institusi di masanya tadi, hadir di tengah Keluarga Besar Bhayangkara.

Hari Juang Polri yang rutin diperingati setiap 21 Agustus tadi, merupakan momentum mengenang perjuangan Leluhur Polisi Istimewa Republik ini, di dalam mempertahankan kemerdekaan RI, dahulu.

Peringatannya merujuk pada peristiwa deklarasi Polisi, di Surabaya, pada 21 Agustus 1945.

Ketika itu, Inspektur Polisi Kelas I, Moehammad Jasin, bersama anggota Polisi Istimewa lainnya, dengan gagah berani menyatakan kesetiaan mereka kepada Republik Indonesia.

Mereka dengan tegas mengambil sikap, untuk berdiri bersama rakyat, mempertahankan kemerdekaan Republik ini.

Semangat juangnya, keberanian, kesetiaan, dan pengabdian mereka, yang ditunjukkan para Leluhur pendahulu Polri tersebut menjadi nilai, yang terus diwariskan semangatnya dan diwujudkan oleh Polri saat ini, sesuai dinamika serta tantangan di setiap zamannya.

Para mantan Kapolri dan Wakapolri yang nampak hadir dalam momentum tersebut, diantaranya ada mantan Kapolri, Jenderal Polisi (Purn) Drs. Roesmanhadi, S.H., M.M., M.H., Jenderal Polisi (Purn) Drs. H. Bambang Hendarso Danuri, M.M., Komjen Pol (Purn) Drs. Adang Daradjatun, Komjen Pol (Purn) Drs. R. Makbul Padmanagara, dan Komjen Pol (Purn) Drs. Oegroseno, S.H., yang hadir dengan penuh sukacita.

Selain mereka turut hadir pula unsur PP-Polri serta PKBB, ada juga sejumlah Purnawirawan Perwira Tinggi Polri, yang pernah sama-sama mengemban amanah dalam berbagai periode kepemimpinan, berbaur bersama seluruh generasi Polri, yang kini masih bertugas.

Kehadiran para Senior tersebut, membuat lapangan Bhayangkara seolah jadi ruang yang mempertemukan, sejarah perjalanan panjang Polri dalam satu momentum.

Para pimpinan dari berbagai masa berdiri bersama, dengan jajaran pimpinan dan personel Polri masa kini.

Lebih dari gambaran itu, kehadiran mereka jadi suatu gambaran lainnya, fakta bahwa perjalanan Polri dibangun melalui pengabdian, yang telah melibatkan banyak generasi.

Para mantan pimpinan Polri tersebut pun pernah menghadapi ragam tantangan, sesuai zamannya. Kini, generasi penerusnya, menghadapi tantangan berbeda, mulai dari dinamika keamanan, perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga tuntutan dari masyarakat terhadap pelayanan dari institusi Kepolisian, yang diharapkan makin baik.

Tetapi, nilai dasar segala pengabdian tetap sama, yakni menjaga stabilitas keamanan, melindungi dan mengayomi seluruh masyarakat, penegakan supremasi hukum, serta memberikan pelayanan terbaik kepada Bangsa dan Negara.

Oleh karena itu, prinsip idealnya jelas, bahwa purna tugas Polri bukan akhir pengabdian Polri. Dari kehadiran para purnawirawan dan senior Polrinya tersebut, justeru menunjukan fakta bahwa purna tugas, bukan akhir hubungan mereka semua dengan Institusinya.

Mengingat pengalaman, keteladanan dan tingkat kepedulian terhadap Polri tetap menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka, segenap Keluarga Besar Bhayangkara (Polri).

Dan yang kini hadir sebagai saksi sejarah perjalanan Polri, sekaligus bagian dari sejarah Polri sendiri yang terus dikenangnya.

Suasana tersebut terasa makin kuat ketika seluruh peserta mengikuti ragam rangkaian acara, dengan penuh khidmatnya.

Para senior dan personel aktif di dalam Satu Lapangan, membawa pengalaman dari masa yang berbeda, berhasil dipertemukan di institusi serta semangat pengabdian yang sama.

Hari Juang Polri menjadi momentum yang terbaik, untuk membuktikan Visi sebuah Institusi, itu tidak dibangun hanya di dalam suatu masa.

Menempuh perjalanan panjang, ada pengabdian dari banyak generasi, serta nilai-nilai positif yang terus dijaga.

Fakta lainnya menyebut, bahwa pada waktu yang sama, Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., berada di tempat berbeda itu demi dedikasinya, untuk dapat memimpin Upacara Hari Juang Polri, di Monumen Polisi Istimewa, di Kota Surabaya-Jawa Timur.

Karena Kota Surabaya memiliki makna historis Polri, sebagai tempat Proklamasi Polisi Istimewa, di 21 Agustus 1945 yang lalu.

Kini Surabaya mengajak seluruh Insan Bhayangkara, menengok kembali ke sejarah perjuangan Polisi, maka Jakarta menghadir kan wajah perjalanan panjang Institusinya, melalui pertemuan para pemimpin dan senior Polri lintas generasi.

Kedua lokasi peringatan tersebut memiliki pesan yang saling melengkapi, sejarah menjadi sumber nilai luhurnya, sementara pengabdian Polri saat ini adalah wujud nyata, guna meneruskan nilai sejarah tersebut.

Semangat Hari Juang Polri 2026 ini, juga dilaksanakan oleh jajaran Polda, di seluruh wilayah Indonesia. Upacara serta berbagai kegiatan digelar dimasing-masing wilayah, itu sebagai bentuk penghormatan terhadap pengorbanan perjuangan para pendahulu Polri.

Dari tingkat pusat hingga daerah, seluruh Keluarga Besar Polri terus kembali mengingat sejarah jatidiri institusinya, bahwa suatu kepastian tantangan bagi Kepolisian, itu akan terus berubah secara dinamis.

Namun, keberanian Polri, integritas Polri, loyalitas Polri, profesionalismenya juga semangatnya, untuk melayani masyarakatnya, harus tetap menjadi Satu bagian, di dalam karakter hidup setiap insan Bhayangkara.

Dalam peringatan HJP di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri itu, akhirnya hadirkan sebuah pesan sederhana, namun begitu kuat dan mendalam.

Para pemimpin boleh datang dari masa yang berbeda, tantangan pun boleh berubah, tetapi semuanya dipertemukan oleh satu ikatan sejarah, dalam satu pengabdian, yakni Polri untuk bangsa dan negara, serta selalu ada untuk seluruh rakyat.

Loading

Penulis : Asep Didi

Editor : Redi Setiawan

Sumber Berita : Humas Mabes Polri

Berita Terkait

Polisi Amankan 991 Ekor Burung Tanpa Dokumen di Pelabuhan Bakauheni
Vibrasi Voice Inside Bars: Wadah Kreativitas dan Seni Musik Warga Binaan Rutan Jakarta Pusat
GMNI Preteli Dinsos Kota Tasikmalaya, Ada Kongkalikong di Anggaran 2025?
Empangsari Jadi Role Model Toleransi, Pemkot Tasikmalaya Jangan Sekadar Jadi Penonton
Anniversary ke-1 Ikatan Maxim Driver Tasikmalaya, Diky Chandra Apresiasi Kebersamaan Pengemudi Ojol
Proyek Rp24 Miliar di Lampung Selatan Diduga Pakai Material Lama, Dasar Teknisnya Dipertanyakan
Menteri LH dan Guru Besar Kehutanan Cek Karhutla di Kampar, Kapolda Paparkan Dashboard Green Policing
Lautan Merah Putih di Awipari Tasikmalaya: Ribuan Warga Bersatu Padu Rayakan HUT RI ke-81

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Polisi Amankan 991 Ekor Burung Tanpa Dokumen di Pelabuhan Bakauheni

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Vibrasi Voice Inside Bars: Wadah Kreativitas dan Seni Musik Warga Binaan Rutan Jakarta Pusat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Ketika Sejarah dan Pengabdian Lintas Generasi Menyatu di Hari Juang Polri 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:51 WIB

GMNI Preteli Dinsos Kota Tasikmalaya, Ada Kongkalikong di Anggaran 2025?

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:19 WIB

Empangsari Jadi Role Model Toleransi, Pemkot Tasikmalaya Jangan Sekadar Jadi Penonton

Berita Terbaru

Berita terbaru

Polisi Amankan 991 Ekor Burung Tanpa Dokumen di Pelabuhan Bakauheni

Sabtu, 22 Agu 2026 - 21:30 WIB