TASIKMALAYA, MNP – Dosen Program Study D III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa pendampingan Pembuatan Clinical Pathway di RSUD dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya, Selasa (19/05/2026).
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi kesehatan dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan rumah sakit khususnya untuk kasus kasus penyakit prioritas nasional
Kegiatan yang berlangsung di Operation Room Lt.2 RSUD dr.Soekardjo ini dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Pelayanan Medis Dr.dr.RR.Tite Purwaningsari MMRS, keterlibatan unsur pimpinan rumah sakit sejak awal mencerminkan kuatnya dukungan institusi terhadap upaya standarisasi layanan klinis
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim pengabdi dari Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dipimpin oleh Dr.Ida Sugiarti S.Kep.,Ners.,M.H.Kes., bersama Andri Suhenda SKM.,MPH.,Ari Sukawan S.St.,M.Kes.,dan Ayu Rahayu Lestari SKM., M.M.M.Kes.Kegiatan ini juga melibatkan Yanti Susanti S.ST.,M.M.RS dari RSUD dr.Soekardjo selaku mitra.
Apa itu Clinical Pathway dan mengapa penting?
Clinical Pathway adalah panduan terpadu yang mengatur setiap tahapan pelayanan pasien berdasarkan standar medis dan keperawatan berbasis bukti dengan target luaran terukur dalam rentang waktu tertentu dalam era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan sistem tarif INA-CBGs clinical pathway menjadi instrumen viral untuk mengendalikan mutu sekaligus efisiensi biaya layanan di rumah sakit
Kementrian Kesehatan RI dalam Transformasi Sistem Kesehatan Nasional telah menetapkan layanan KJSU KIA (Kanker Jantung Stroke Uronefrologi Kesehatan Ibu dan Kesehatan Anak) sebagai prioritas pelayanan yang harus memiliki clinical pathway yang disusun berdasarkan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK)
17 Tenaga Kesehatan Lintas Profesi Terlibat.
Kegiatan ini diikuti oleh 27 tenaga medis dan tenaga kesehatan dari berbagai disiplin ilmu mulai dari dokter spesialis dokter umum perawat bidan apoteker ahli gizi hingga petugas rekam medis komposisi multi disiplin ini memastikan clinical pathway yang di hasilkan mencerminkan pendekatan pelayanan pasien yang komprehensif dan terintegrasi
Empat mahasiswa dari Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya turut di libatkan dalam kegiatan ini sehingga kegiatan pengabdian sekaligus menjadi wahana pembelajaran praktis di lingkungan rumah sakit nyata
Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu Focus Group Disscusion (FGD) untuk menentukan kasus prioritas pembentukan kelompok kerja multidisiplin pendampingan penyusunan draft clinical pathway serta sesi presentasi dan finalisasi yang dihadiri anggota komite medis dan komite mutu rumah sakit
Enam Clinical Pathway Berhasil Disusun
Melalui serangkaian diskusi berbasis data rekam medis rawat inap enam clinical pathway untuk kasus prioritas KJSU KIA berhasil diselesaikan dalam satu hari kegiatan yakni Tumor Jaringan Lunak (Kategori Kanker), STEMI,ST Elevation Myocardial Infarction (Kategori Jantung), Stroke Iskemik (Kategori Stroke), Penyakit Ginjal Kronik /CKD (Kategori Uronefrologi), Pre-eklampsia (Kategori Kesehatan Ibu) dan Pneumonia pada anak (Kategori Kesehatan Anak).
Pemilihan kasus didasarkan pada data kunjungan rawat inap 2023 dan data klaim BPJS triwulan pertama 2026 Penyakit Ginjal Kronik menempati urutan ke – 4 terbanyak dengan 448 kasus sementara Stroke Infark menempati urutan ke – 9 dengan 284 kasus.
Kasus tumor jaringan lunak sering menjadi pending claim sementara STEMI,CKD, stroke pre-eklampsia dan pneumonia anak mendominasi claim BPJS diawal tahun 2026.
Langkan Menuju Digitalisasi dan Integrasi SIM RS
Ketua tim pengabdi Dr.Ida Sugiarti menyampaikan bahwa keenam clinical pathway yang telah tersusun akan segera dilegalisasi oleh Direktur RSUD dr.Soekardjo melalui komite mutu.
“Clinical pathway yang sudah dilegalisasi ini akan menjadi dasar pengembangan electronic clinical pathway yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) hal ini sejalan dengan pilar Transformasi Teknologi Kesehatan dalam agenda nasional,” ujar Ida.
Tim dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya sebelumnya telah mengembangkan aplikasi E – Clinical Pathway yang telah terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM dengan nomor hak cipta 000341742 dan 000432536.
Integrasi clinical pathway KJSU KIA kedalam sistem digital tersebut diharapkan dapat mendukung pemantauan klinis secara “real – time” audit klinis pelaporan serta kontribusi pada platform SATUSEHAT nasional.
Wujud Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya tahun 2026 dan menjadi kelanjutan dari kegiatan serupa pada tahun 2022 dimana 12 clinical pathway umum telah berhasil disusun bersama kini fokus diarahkan khusus pada penyakit penyakit prioritas KJSU KIA yang selama ini belum memiliki panduan standar di RSUD dr. Soekardjo
Kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi multidisiplin yang terstruktur dan terbimbing mampu mengakselerasi penyusunan clinical pathway berbasis bukti yang diharapkan mampu menjadi model bagi rumah sakit rumah sakit lain di wilayah Priangan Timur dan sekitarnya.
![]()
Penulis : Hendrik
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan