Kepala Desa Ranca Bungur Contoh Nyata Anti Sinergi Lintas Sektoral di Kab. Bogor

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, MNP – Kepala Desa Ranca Bungur, Saepudin, S.IP., kembali menduduki jabatannya untuk kedua kalinya, dari kontestasi Pilkadesnya yang ketiga, di Desa Ranca Bungur.

Dalam kontestasi pertama dirinya sempat terpilih dan menjabat KaDes selama satu periode. Kemudian di kontestasi keduanya kalah dari rivalnya, Sumantri.

Dia maju kembali di kontestasi Pilkades ketiga melawan calon petahana, Sumantri. Dalam kontestasi Pilkades ketiga tersebut, Saepudin berhasil memenangkan pertarungannya tersebut dari Sumantri, yang digelar 12 Maret 2023 yang lalu.

Saepudin mulai secara sah atau resmi menjabat, serta menjalankan tupoksinya di Pemerintahan Desa Ranca Bungur-Kec. Ranca Bungur, terhitung sejak akhir April 2023, pasca dilakukannya Sertijab dari mantan Kades Ranca Bungur, Sumantri, pada dirinya selaku Kades baru terpilih.

Dan itu berarti sudah tiga tahun dirinya menjabat KaDes, memasuki tahun ke Empat tahun ini. Namun jadi sangat disayangkan banyak pihak, gaya kepemimpinannya tadi seperti kembali ke gaya kepemimpinan masa lalu jabatannya (periode pertama : red).

Demikian penilaian dari beberapa orang perangkatnya, juga warga masyarakat seputar wilayahnya, serta dari beberapa orang jurnalis berbagai media massa, pada wartawan media ini, Kamis (21/5/2026).

Menurut mereka, hal tersebut mulai terasa tatkala memasuki tahun ketiga jabatannya, Dia dinilai mulai menciderai konteks keharmonisan sinergitas antara pihaknya dengan pihak dari luar jaringan/konstituennya.

Ya, dengan menutup akses komunikasi dan interaksi sosial langsung, meski hanya kepada sebagian warganya saja, lebih khususnya lagi terhadap para jurnalis yang menjadi mitra kerjanya, tidak terkecuali dengan jurnalis dari media ini.

Dengan awak media ini pun begitu, terakhir kali bertemu serta komunikasi, itu saat acara Maulid Nabi para Jama’ah Pengajian Bulanan, Majlis Taklim TP PKK Desa Ranca Bungur, di akhir September 2025 lalu, itu di halaman kantor desanya.

“Waduh Pak, tadi itu Bapak sempat datang ke kantor, tapi tak lama kemudian Beliau pamit bilang mau hadiri kegiatan di Pemda, di Cibinong, Pak. Saya maupun staf lain tak ada yang punya nomor kontak Beliau, Pak. Yang ada juga sudah lama tak aktif lagi, ceklis satu terus begini, Pak. Tadi Bapak sudah janjian bukan sama Pak Lurah ? Biasanya, kalau sudah janjian, Beliau suka nungguin, atau nitip pesan ke Saya dan rekan-rekan staf yang lainnya, agar jika ada yang datang nanyain, bisa Kita komunikasikan pesannya itu,” ungkap salah seorang Linmas di kegiatan pembagian beras, serta staf wanita dalam ruang pelayanan, menjelas kan pada awak media ini.

Terlepas dari dalih apa pun yang diungkapkan kedua orang perangkat desanya tersebut, semoga bukan rangkaian alasan sebuah pembenaran pribadi untuk membela pimpinannya itu. Dan dapat dipertanggung jawabkan kebenaran atas informasinya, serta sesuai kenyataan yang terjadi dan benar-benar berlangsung.

Tapi demi menjaga jalinan silaturahim dan sinergitas lintas sektoral, setidaknya janganlah menutup akses komunikasi, sebab dengan komunikasi itu, jarak yang jauh bisa dibuat jadi dekat, apalagi jika untuk bertemu langsung, itu sedang tidak memungkinkan karena berbagai alasan yang logis bagi semua pihak.

Untuk menghindari kembali munculnya masalah serupa kedepan, pihak terkait dari PemKab Bogor, dalam hal tersebut DPMD Kab. Bogor harus mau serta mampu untuk memperbaikinya, sebagai wujud tanggungjawab atas tupoksinya.

Tentu melalui tindak pembinaan, hingga mengevaluasi kinerja para Kepala Desanya. Namun bukan hanya untuk Kepala Desa Ranca Bungur saja, melainkan untuk seluruh Kepala Desa hingga para Lurah, yang ada di wilayah PemKab Bogor ini.

Loading

Penulis : Asep Didi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Dampingi RSUD dr Soekardjo Susun Clinical Pathway Penyakit Prioritas Nasional 
Kas Daerah Jebol, Kekayaan Bupati dan Sekda Ciamis Disorot Usai Temuan BPK
Jelang Sidang Kesimpulan: Peta Tumpang Tindih Lahan Mendadak Muncul, Sikap BPN Bartim Disorot
TMMD ke-128 Garut Ditutup, Warga Malangbong Punya Jalan Baru Setelah 40 Tahun
Pantau Percepatan Penuntasan TBC, Bupati Jeneponto Tekankan Kolaborasi dan Penguatan Layanan
Resmi Ikrar di Tasikmalaya, Yayasan Peduli Kasih Insani Siap Layani Kebutuhan Darah dan Kesehatan
Paturay Tineung SMKS Krija Bhakti Utama, 294 Siswa Kelas XII Resmi Dilepas
Upacara Harkitnas, Kodim 0612/Tasikmalaya Perkuat Nasionalisme dan Solidaritas Kebangsaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:55 WIB

Dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Dampingi RSUD dr Soekardjo Susun Clinical Pathway Penyakit Prioritas Nasional 

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:37 WIB

Kas Daerah Jebol, Kekayaan Bupati dan Sekda Ciamis Disorot Usai Temuan BPK

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:21 WIB

Kepala Desa Ranca Bungur Contoh Nyata Anti Sinergi Lintas Sektoral di Kab. Bogor

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:46 WIB

Jelang Sidang Kesimpulan: Peta Tumpang Tindih Lahan Mendadak Muncul, Sikap BPN Bartim Disorot

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:24 WIB

TMMD ke-128 Garut Ditutup, Warga Malangbong Punya Jalan Baru Setelah 40 Tahun

Berita Terbaru