TASIKMALAYA, MNP – Yayasan Peduli Kasih Insani resmi diikrarkan sebagai lembaga sosial kemanusiaan baru di Kota Tasikmalaya pada Rabu 20 Mei 2026.
Kehadiran yayasan ini menjadi simbol lahirnya semangat baru dalam gerakan sosial dan kemanusiaan pasca berakhirnya Perkumpulan Masyarakat Tanggap Donor Darah (Permatadora) yang sebelumnya aktif bergerak dalam kegiatan donor darah dan aksi sosial di tengah masyarakat.
Berlokasi di Ruko Sudut Merdeka, Jalan Merdeka No. 11A RT 01/RW 11, Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Tawang, Yayasan Peduli Kasih Insani hadir dengan membawa visi menjadi lembaga sosial kemanusiaan yang profesional, amanah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia, khususnya dalam bidang kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan mengusung slogan “Peduli untuk Sesama, Mengabdi untuk Kemanusiaan”, yayasan ini tidak hanya fokus pada kegiatan sosial semata, tetapi juga membangun sistem pelayanan kemanusiaan yang lebih luas dan terorganisir.
Yayasan ini menjadi rumah baru bagi para relawan, pegiat sosial, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap sesama.
Ketua Yayasan Peduli Kasih Insani, H. Murjani, SE., MM menyampaikan bahwa yayasan ini dibentuk sebagai bentuk keberlanjutan semangat pengabdian sosial yang selama ini telah dibangun bersama masyarakat.
Menurutnya, kepedulian sosial tidak boleh berhenti hanya karena sebuah organisasi dibubarkan, melainkan harus terus tumbuh dan berkembang dalam wadah yang lebih kuat dan profesional.
Dalam menjalankan programnya, yayasan membentuk berbagai divisi dan komunitas sosial kemanusiaan.
Salah satunya adalah Komunitas Relawan Donor Darah Indonesia (REDDI) yang bergerak dalam bidang donor darah sukarela.
Komunitas ini hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan darah di Kota Tasikmalaya dan sekitarnya yang mencapai sekitar 80 hingga 100 labu darah per hari.
Melalui REDDI, yayasan akan menjalankan berbagai kegiatan seperti edukasi donor darah, kampanye hidup sehat, donor darah rutin, hingga pendampingan pencarian donor bagi pasien yang membutuhkan.
Para relawan yang tergabung di dalamnya akan memberikan pelayanan informasi kebutuhan darah selama 24 jam secara sukarela.
Selain itu, yayasan juga membentuk komunitas KESTA atau Kesehatan Tasikmalaya yang bergerak dalam pendampingan masyarakat kurang mampu di bidang kesehatan.
KESTA akan membantu masyarakat dalam proses administrasi rumah sakit, pendampingan pasien, pengurusan rujukan hingga luar kota, serta membantu komunikasi keluarga pasien yang mengalami kesulitan pelayanan kesehatan.
Untuk memperkuat jalannya organisasi, Yayasan Peduli Kasih Insani juga telah membentuk struktur kepengurusan yang terdiri dari pembina, pengawas, pengurus inti, hingga berbagai divisi pendukung seperti humas, relawan, kemitraan donor darah, pendampingan kesehatan, logistik, data dan IT, serta bidang hukum dan legalitas.
Pembina yayasan dijabat oleh Hj. Dewi Hikmah, S.Pd., MH, sementara posisi pengawas dipercayakan kepada Mamanto. Adapun Ketua Yayasan dijabat oleh H. Murjani, SE., MM dengan didampingi Wakil Ketua H. Ihsan Riyadi, S.IP., M.AP.
Melalui keberadaan yayasan ini, diharapkan lahir gerakan sosial kemanusiaan yang mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Yayasan Peduli Kasih Insani juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, lembaga kesehatan, komunitas, hingga masyarakat umum demi terciptanya manfaat sosial yang lebih luas.
Bagi pengurus yayasan, kepedulian sekecil apa pun dapat menjadi harapan besar bagi mereka yang sedang membutuhkan bantuan.
Karena itu, semangat gotong royong dan solidaritas sosial menjadi pondasi utama dalam setiap langkah pengabdian Yayasan Peduli Kasih Insani kepada masyarakat.
![]()
Penulis : Soni
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan