TASIKMALAYA, MNP – Aliansi Masyarakat Bungursari menggelar agenda silaturahmi dan koordinasi sinergitas bersama pihak Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XII dan pihak SMAN 11 Tasikmalaya yang berlangsung di Aula Kecamatan Bungursari, Rabu (11/06/2026).
Pertemuan ini difokuskan untuk membahas tindak lanjut pembangunan akses jalan menuju SMAN 11 Tasikmalaya, terlebih menjelang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran ini.
Pengawas Pembina yang mewakili Kepala KCD Pendidikan Wilayah XII, Susanti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif yang diinisiasi oleh Aliansi Masyarakat Bungursari. Menurutnya, kerja sama antara sekolah, masyarakat, dan KCD merupakan langkah yang sangat baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, terkait penandatanganan kesepakatan tertulis dalam pertemuan tersebut, Susanti menjelaskan bahwa hal itu bukan berada dalam ranah kewenangannya, melainkan harus diputuskan langsung oleh Kepala KCD yang saat ini sedang menjalankan tugas negara di luar kota.
“Terkait pembangunan, sebenarnya KCD tidak memiliki hubungan langsung karena yang paling mengetahui secara teknis adalah panitia atau pihak komite sekolah. Jika nanti diadakan pertemuan lanjutan, harapannya semua pihak termasuk panitia, komite, dan kepala sekolah bisa hadir bersama-sama,” ujar Susanti.
Ia menambahkan, keterlibatan aliansi ini sejalan dengan Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 mengenai standar proses yang di antaranya mengatur tentang kemitraan sekolah.
“Kami sangat berterima kasih. Sekolah yang bagus tentu tidak akan berjalan optimal ke depannya jika akses jalannya tidak ada. Persoalan ini harus kita selesaikan dengan duduk bersama,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMAN 11 Tasikmalaya, Wendri Agung, S.Pd., menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Sekolah yang berhalangan hadir. Kendati demikian, pihak sekolah sangat mendukung penuh pergerakan aliansi demi kemajuan SMAN 11.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungannya. Terkait tindak lanjut kunjungan lapangan (KDM) ke SMAN 11 kemarin, kami sudah menyerahkan proposal pengajuan, mulai dari pembebasan lahan hingga pengaspalan jalan kepada pihak KCD. Saat ini posisi kami sedang menunggu jawaban,” jelas Wendri.
Mengenai rencana pertemuan lanjutan, Wendri menegaskan bahwa pihak sekolah sangat terbuka untuk berdiskusi bersama. Ia juga menginformasikan bahwa persiapan PPDB di SMAN 11 Bungursari akan mulai berjalan pada awal bulan Juni ini.
Sementara itu, Perwakilan Aliansi Masyarakat Bungursari, Asep Devo, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal komitmen pemerintah daerah dan pihak sekolah terkait penyediaan akses jalan utama tersebut.
“Agenda hari ini adalah koordinasi untuk menanyakan sejauh mana realisasi akses jalan pasca aksi dan kunjungan lapangan kemarin. Mengingat PPDB sudah di depan mata, kejelasan akses jalan ini sifatnya mendesak,” tegas Asep.
Merespons ketidakhadiran Kepala KCD dan Kepala Sekolah, pihak aliansi menyatakan akan menunggu dan menjadwalkan ulang audiensi dalam waktu satu minggu ke depan untuk penandatanganan kesepakatan.
Asep mengingatkan, terdapat sekitar 1.900 lulusan SMP di wilayah tersebut yang membutuhkan kepastian fasilitas pendidikan. SMAN 11 sendiri tercatat memiliki kapasitas 12 ruang kelas yang diharapkan dapat terisi penuh.
“Aliansi fokus pada akses jalan utama ini dulu. Ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak di Bungursari. Kami siap membantu dan mendukung sepenuhnya, baik untuk pengawalan akses jalan maupun kelancaran sosialisasi PPDB kepada para wali murid,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Momon
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan