Bebas Antrean dan Pungli, Bupati Tasikmalaya Luncurkan MPPDN Versi 2

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi meluncurkan implementasi Mal Pelayanan Publik Digital Nasional (MPPDN) Versi 2 sebagai bagian dari transformasi layanan publik berbasis digital.

Peluncuran tersebut berlangsung di Command Center Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya pada Senin, 19 Mei 2026, dipimpin langsung oleh Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin didampingi Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi.

Dengan implementasi tersebut, Kabupaten Tasikmalaya resmi menjadi salah satu daerah percontohan atau pilot project integrasi layanan publik digital di wilayah Jawa Barat.

Langkah ini dinilai sebagai tonggak penting dalam upaya modernisasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Prosesi peluncuran berlangsung cukup atraktif. Bupati dan Wakil Bupati secara simbolis melakukan peluncuran “roket virtual” melalui perangkat tablet yang terhubung langsung dengan sistem nasional.

Momen tersebut turut disaksikan secara daring oleh perwakilan dari lima kementerian dan lembaga negara yang terlibat dalam pengembangan sistem layanan publik digital nasional.

Dalam sambutannya, Bupati Cecep Nurul Yakin menegaskan bahwa kehadiran MPPDN Versi 2 bukan sekadar perubahan tampilan layanan, melainkan bagian dari reformasi birokrasi yang harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurutnya, pola pelayanan konvensional yang selama ini identik dengan antrean panjang, proses administrasi berbelit, hingga keterbatasan akses harus mulai ditinggalkan.

“Transformasi digital ini menjadi langkah nyata untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan, dan dapat diakses seluruh masyarakat tanpa hambatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, melalui sistem MPPDN Versi 2, masyarakat nantinya dapat mengakses berbagai layanan pemerintahan dalam satu platform digital terintegrasi.

Sejumlah layanan seperti administrasi kependudukan, perizinan usaha, layanan kesehatan, perpajakan, hingga berbagai dokumen administrasi lainnya akan terhubung dalam sistem yang lebih efisien.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga menilai digitalisasi pelayanan publik menjadi kebutuhan mendesak di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas pelayanan pemerintah.

Selain memangkas waktu dan biaya, sistem digital dinilai mampu meminimalisasi potensi praktik pungutan liar maupun penyalahgunaan kewenangan karena seluruh proses terekam secara sistematis.

Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi menambahkan bahwa implementasi MPPDN Versi 2 harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan.

Menurutnya, keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada kecanggihan sistem, tetapi juga kesiapan aparatur dalam memberikan pelayanan yang responsif dan profesional.

“Digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tetapi perubahan budaya kerja. Aparatur pemerintah harus mampu beradaptasi agar pelayanan benar-benar efektif,” katanya.

Peluncuran MPPDN Versi 2 ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dianggap sebagai langkah progresif Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang modern.

Sebagai daerah pilot project, Kabupaten Tasikmalaya diharapkan mampu menjadi contoh bagi daerah lain dalam penerapan integrasi layanan publik berbasis digital.

Dengan hadirnya sistem ini, masyarakat kini menaruh harapan besar terhadap terciptanya pelayanan publik yang lebih cepat, praktis, serta bebas dari kerumitan birokrasi.

Pemerintah daerah pun dituntut untuk memastikan implementasi program tersebut berjalan optimal dan benar-benar memberi dampak nyata bagi warga di seluruh wilayah Bumi Sukapura.

Loading

Penulis : Soni

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Asep Rahmat Soroti Proyek Pokmas: “Kalau Kerjakan Semua, Kelurahan Berfungsi Apa?”
Semarakkan HUT ke-81 TNI, Korem 062/TN dan Kodim 0611/Garut Gelar Bazar Murah Serentak
Sosialisasi Karhutla Lebih Banyak Ancaman Hukum, Edukasi Dampak Kabut Asap Justru Minim
APBD Perubahan 2026 Disahkan, DPRD Pendapatan Capai Rp1,62 Triliun
Rp2,9 Miliar Digelontorkan untuk Percepatan Penanganan TBC di Tasikmalaya
DPP GAM Adukan Dugaan Tambang Bentonit Ilegal di Bantarkalong ke Polres Tasikmalaya
Masuk 13 Daerah Pilihan se-Indonesia, Pakpak Bharat Siap Kembangkan Potensi Hortikultura Lahan Kering
Ketum TP PKK Posyandu RI Tito Karnavian Buka Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranas Posyandu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:36 WIB

Asep Rahmat Soroti Proyek Pokmas: “Kalau Kerjakan Semua, Kelurahan Berfungsi Apa?”

Rabu, 23 September 2026 - 11:23 WIB

Semarakkan HUT ke-81 TNI, Korem 062/TN dan Kodim 0611/Garut Gelar Bazar Murah Serentak

Rabu, 23 September 2026 - 11:13 WIB

Sosialisasi Karhutla Lebih Banyak Ancaman Hukum, Edukasi Dampak Kabut Asap Justru Minim

Rabu, 23 September 2026 - 11:01 WIB

APBD Perubahan 2026 Disahkan, DPRD Pendapatan Capai Rp1,62 Triliun

Rabu, 23 September 2026 - 10:54 WIB

Rp2,9 Miliar Digelontorkan untuk Percepatan Penanganan TBC di Tasikmalaya

Berita Terbaru

Barito Timur

APBD Perubahan 2026 Disahkan, DPRD Pendapatan Capai Rp1,62 Triliun

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:01 WIB