Sempat Hilang Dua Hari, Lansia di Garut Ditemukan Tewas Tertabrak Kereta Api

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT, MNP — Peristiwa kecelakaan kereta api terjadi di wilayah Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, Minggu (29/3/2026) pagi.

Seorang lansia dilaporkan meninggal dunia setelah tertabrak kereta api di jalur rel kawasan jembatan Kampung Cicadas, Desa Tambaksari.

Korban diketahui bernama Nana (72), warga Kampung Sadang Kidul, Desa Karangsari, Kecamatan Leuwigoong. Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 08.34 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat pihak Polsek Leuwigoong menerima laporan dari petugas keamanan Stasiun Karangsari terkait adanya kecelakaan kereta api di jalur tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, Kapolsek Leuwigoong IPTU Encang Suryana bersama anggota langsung menuju lokasi kejadian.

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), korban ditemukan berada di atas jembatan rel kereta api dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Petugas kemudian segera melakukan evakuasi dan membawa korban ke Puskesmas Karangsari.

Diketahui, korban diduga tertabrak atau terserempet Kereta Api Argo Wilis yang melintas di jalur Karangsari–Cibatu.

Sementara itu, pihak keluarga menyampaikan bahwa korban sebelumnya telah meninggalkan rumah sejak Jumat (27/3/2026) pagi dan sempat dinyatakan hilang.

Selain itu, berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit pikun selama kurang lebih dua tahun terakhir dan kerap keluar rumah tanpa sepengetahuan keluarga.

Setelah proses identifikasi dan koordinasi dengan pihak terkait, jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSU dr. Slamet Garut untuk dilakukan penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Kapolsek Leuwigoong IPTU Encang Suryana menyampaikan bahwa telah melakukan berbagai langkah penanganan mulai dari menerima laporan, mendatangi TKP, evakuasi korban, hingga berkoordinasi dengan instansi terkait.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anggota dengan kondisi khusus, untuk meningkatkan pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Loading

Penulis : M.Karno

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Diskominfotik Jeneponto Gelar Sosialisasi SAQ dan Monev Keterbukaan Informasi 2026
Soal Perizinan 123 SPPG, Sajalur Desak DPRD Kota Tasikmalaya Panggil Seluruh Pihak Terkait
Kejari Bartim Tegaskan Batu Bara Lelang Bukan Lagi Sitaan, Hak Penuh di Pemenang Lelang
Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Hilman Wiranata Minta Izin Tambang Diverifikasi Total
Dewan Adat Dayak Barito Timur Segel Stockpile Batu Bara di Km 270 Desa Tampa
Prabowo: Saya Bangga Jadi Presidenmu!
Rutan Jakpus dan LBH Kamselindo Sosialisasi KUHP Baru untuk Warga Binaan
Anggota DPRD Pemalang dr. Irma Suryani Bantu Warga Korban Rumah Ambruk di Pelutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Diskominfotik Jeneponto Gelar Sosialisasi SAQ dan Monev Keterbukaan Informasi 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Soal Perizinan 123 SPPG, Sajalur Desak DPRD Kota Tasikmalaya Panggil Seluruh Pihak Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Kejari Bartim Tegaskan Batu Bara Lelang Bukan Lagi Sitaan, Hak Penuh di Pemenang Lelang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Hilman Wiranata Minta Izin Tambang Diverifikasi Total

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Dewan Adat Dayak Barito Timur Segel Stockpile Batu Bara di Km 270 Desa Tampa

Berita Terbaru